Otak Korupsi di Pertamina MOR VI Balikpapan Terungkap

Rabu, 05 April 2017, 17:14:43 WIB - Hukum

Mantan Wakil Direktur Utama PT Pertamina Ahmad Bambang (kiri) dan perwakilan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Tunggal (kanan) menjadi pembicara Seminar Nasional Energi di Kampus UPN "Veteran" Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (25/3). American Association of Petroleum Geologists UPN Student Chapter (AAPG UPN SC) bekerja sama dengan ResourcesAsia.id menggelar seminar nasional energi dengan tema "Tantangan Industri Migas Nasional Di Era Global Energy" untuk menambah keilmuan mahasiswa di bidang energi. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kejaksaan Agung akhirnya menetapkan tersangka kasus dugaan kasus korupsi Pengelolaan Keuangan pada PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) VI di Balikpapan Tahun Anggaran 2012-2015 yang telah disidik sejak empat bulan lalu. Tersangkanya adalah Manager Technical Service Region VI Balikpapan, Otto Geo Diwara Purba.

Penetapan tersangka atas Otto dilakukan setelah tiga kali ia dipanggil penyidik namun tidak pernah hadir. Otto dijemput paksa dan ditetapkan tersangka. '‎Tim Penyidik melakukan penjemputan (paksa) di daerah Kota Wisata Cibubur Jawa Barat,' kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum), Moh Rum di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (5/4).

Setelah dilakukan penjemputan paksa, kata mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ini, tim penyidik langsung membawa saksi Otto Geo Diwara Purba ke Kejaksaan Agung.

Rum memaparkan kasus ini terjadi medio 2013 sampai 2015. Otto selaku Manager Technical Service Region VI Balikpapan yang mempunyai kewenangan di antaranya dalam hal proses pengadaan barang dan jasa di PT. Pertamina Region VI Balikpapan diduga menerima aliran dana dari pihak ketiga.

'Otto telah melakukan transaksi penerimaan dana melalui rekening Bank dengan jumlah transfer penerimaan dana kurang lebih sebesar Rp2 miliar yang bersumber dari pihak-pihak yang diduga rekanan/supplier PT Pertamina,' paparnya.

Selain penerimaan dana melalui transfer, terdapat 151 kali transaksi setoran tunai ke rekening Otto dengan jumlah sekitar Rp3,1 miliar. Transaksi tersebut diduga terkait dalam jabatannya mempengaruhi rekanan dalam proses pengadaan barang dan jasa untuk menyerahkan sejumlah uang.

Dalam mengungkap kasus ini, puluhan saksi telah diperiksa. Di antaranya adalah Sudiardjo Hardi selaku Direktur PT Sumatera Ega Makanika Suplier Pompa, Titin Sri Suhartini selaku Direktur CV Linang Katulistiwa, Roberto Nainggolan selaku Pemilik PT Ragam Teknik Suplier Pompa, dan Alberto Susatra Sintoro.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar