Sprindik Baru untuk Kasus Korupsi Program Siap Siar TVRI

Senin, 09 Januari 2017, 17:00:35 WIB - Hukum

Gedung Kejaksaan Agung. (Edy Susanto/Gresnews.com)


CARI TERSANGKA - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Moh Rum mengatakan, tim penyidik akan kembali memeriksa sejumlah saksi. Rum enggan berandai-andai apakah akan ada tersangka baru atau menetapkan kembali Hendrik sebagai tersangka. Setelah status tersangkanya dibatalkan oleh pengadilan negeri Jakarta Selatan.

Rum hanya mengatakan tim penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti untuk menetapkan seorang tersangka. Terakhir penyidik memeriksa Ir. Yul Andryono selaku tim penilai kartun animasi anak dan paket FTV anak-anak ‎di TVRI. Namun Yul diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

Dalam pemeriksaannya ia menerangkan tentang kegiatan panitia penilai yang sempat menilai 10-20 FTV yang ‎kemudian dibuatkan berita acara. "Namun ternyata oleh pihak TVRI disodorkan lagi Berita Acara terpisah yang ditandatangani oleh saksi seolah-olah dibuat dua kali penilaian," kata Rum.

Dalam kasus dugaan korupsi Program Siap Siar Jilid II kerugian negara ditaksir mencapai Rp2 miliar.


Namun Hendrik yang saat ini tak lagi tersangka --setelah gugatan praperadilannya dimenangkan-- berharap Kejaksaan Agung profesional menyidik kasus ini. Sebab dirinya melihat banyak kejanggalan dalam penetapan tersangkanya. Salah satunya saat jaksa menghadirkan saksi dalam sidang praperadilan ternyata bukan saksi untuk dirinya tetapi tersangka lain.

"Ada saksi yang dihadirkan ternyata saksi untuk tersangka lain, bukan untuk dirinya jadi lucu," kata Hendrik.

Kejanggalan lainnya, kata Hendrik, dalam kasus ini penyidik dinilai telah salah sasaran. Sebab dirinya hanya sebagai GM (general manager) bukan Direktur di perusahaan tempat dirinya bekerja.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar