Babak Baru Korupsi Siap Siar TVRI

Rabu, 03 Agustus 2016, 17:00:00 WIB - Hukum

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah melambaikan tangan di dalam mobilnya usai keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Jumat (29/7). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kejaksaan Agung membuka penyelidikan baru dugaan korupsi pengadaan program Siap Siar Lembaga Publik Penyiaran (LPP) TVRI tahun anggaran 2012. Penyidik menemukan bukti baru keterlibatan pihak lain dalam kasus ini dari fakta-fakta persidangan.

Ada lima orang telah disidang dan majelis hakim telah memvonis mereka. Yakni Mandra Naih selaku Direktur Utama PT Viandra Production yang divonis satu tahun penjara, Iwan Chermawan sebagai Direktur Utama PT. Media Arts Image, Yulkasmir sebagai pejabat pembuat komitmen, dan Irwan Hendarmin sebagai Direktur Program dan Bidang LPP TVRI Tahun 2012. Ketiganya divonis 4-8 tahun penjara. Dan terakhir mantan Direktur Keuangan Lembaga Publik Penyiaran (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI), Eddy Machmudi Efendi.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah menyampaikan, kasus korupsi TVRI telah putus semua. Namun dalam persidangan ditemukan ada fakta baru. "Sedang kita ‎tindak lanjuti pengembangannya," kata Arminsyah di Kejaksaan Agung, Rabu (3/8).

Armin menyatakan tim penyidik masih meneliti kembali dokumen yang ada dan telah meminta keterangan pihak terkait untuk menemukan dugaan pidananya. Ia menegaskan penyelidikan kasus korupsi di TVRI merupakan pengembangan dari kasus korupsi program siap siar 2012.

"Belum tersangka, akhir perkembangan udah putus, dan kami mulai lagi kembangkan," kata Armin.

Sementara Kasubdit Penyidikan Yulianto menambahkan penyelidikan kembali kasus korupsi TVRI ini baru dua pekan diselidiki. Tim penyidik masih bekerja keras untuk mengumpulkan bukti-bukti baru.

"Baru dua minggu lalu mulai penyelidikannnya," kata Yulianto.

Sebelumnya, Kejagung sendiri tidak menutup kemungkinan adanya penetapan tersangka baru pada perkara tersebut di kemudian hari. Pengembangan kasus ini akan melihat fakta persidangan tersangka Eddy Machmudi Efendi.

Proyek pengadaan program Siap Siar TVRI Tahun 2012 bernilai Rp47,8 miliar. Kasus bermula ketika TVRI membeli 15 paket program Siap Siar menggunakan dana yang diperoleh dari APBN 2012. Paket-paket tersebut dipasok delapan perusahaan. Salah satunya PT Viandra Production, perusahaan milik komedian Mandra.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, disimpulkan bahwa 15 kontrak paket program Siap Siar tersebut dilakukan menjelang akhir tahun anggaran, yakni November. Oleh sebab itu, pengadaan barang dan jasa yang dilakukan melalui pelelangan akan melewati tahun anggaran.

Pembayaran telah dilakukan pada 2012 meski masa tayang program berakhir sampai 2013. BPK juga menyebut proses pengadaan paket Rp47,8 miliar tidak sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa. Kejagung menaksir kerugian negara dalam korupsi di TVRI kurang lebih Rp4,47 miliar.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar