Daftar Panjang Status Tersangka Dahlan Iskan

Selasa, 14 Maret 2017, 16:30:00 WIB - Hukum

Dahlan Iskan ketika menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Daftar status tersangka mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan semakin panjang. Setelah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penjualan aset Pemprov Jawa Timur, kini Dahlan resmi menyandang status tersangka dalam kasus korupsi pengadaaan mobil listrik. Daftar ini masih bisa bertambah lagi. Pasalnya, Dahlan juga masih dalam status terperiksa dalam kasus dugaan suap dalam penanganan perkara korupsi pencetakan sawah yang ditangani Bareskrim Mabes Polri

Terkait kasus mobil listrik, status tersangka itu resmi disandang Dahlan, setelah hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Made Sutrisna menolak permohonan praperadilan terkait penetapannya sebagai tersangka. 'Menyatakan eksepsi pemohon tidak dapat diterima. Dalam pokok perkara, menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya dan membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nihil,' kata Made Sutrisna saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jalan Ampera Raya, Selasa (14/3).

Made Sutrisna dalam pertimbangan hukumnya menyatakan, tindakan penyidik Kejaksaan Agung saat menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka telah sesuai prosedur Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Kejagung menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka berdasarkan putusan terhadap Dasep Ahmadi yang diputuskan bersalah dalam kasus tersebut dan keputusannya telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) di Mahkamah Agung.

Dalam putusan itu, Dahlan Iskan disebut bersama dengan Dasep Ahmadi melakukan tindak pidana korupsi pengadaan 16 mobil jenis Electric Mikrobus dan Electric Eksekutive Bus pada PT BRI (Persero) Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Pertamina. Atas dasar itu, hakim Made Sutrisna dalam pertimbangannya menyatakan langkah Kejagung menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka sah secara hukum.

Menanggapi putusan hakim tersebut, Kepala Subdirektorat Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung Yulianto mengatakan, Kejaksaan Agung tidak serampangan saat menetapkan seseorang sebagai tersangka. Apa yang dilakukan Kejagung, menurut Yulianto sesuai dengan mekanisme KUHAP.

'Tindakan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung betul-betul terukur, profesional dan proposional,' ungkap Yulianto di tempat yang sama, usai persidangan di PN Jakarta Selatan.

Dia menegaskan, tidak ada pretensi apapun saat Kejagung menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka. Apa yang dilakukan penyidik, telah berdasarkan aturan hukum karena dalam putusan Dasep Ahmadi menjelaskan peran serta Dahlan Iskan dalam perkara korupsi yang menurut perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terdapat kerugian negara Rp28,9 miliar.

Pihak Kejagung memastikan akan segara melanjutkan proses pemeriksaan terhadap Dahlan Iskan sebagai tersangka. Menurutnya, karena Dahlan Iskan juga sedang menjalani tahanan kota dalam perkara yang lain, pihak penyidik akan melakukan pemeriksaan di Surabaya, Jawa Timur.

'Status beliau saat ini masih menjadi tahanan kota maka kita akan melakukan pemeriksaanya di Surabaya, nanti sedang kita scedulkan,' pungkas Yulianto. Sedangkan untuk pemeriksaan saksi, sambung Yulianto, pemberkasan hampir selesai.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar