Transparansi Kejaksaan Tangani Korupsi Dana Banjir Dipertanyakan

Kamis, 02 Maret 2017, 16:21:00 WIB - Hukum

Sejumlah pekerja Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta membuat saluran air di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (2/3). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kejaksaan Agung kembali menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewenangan dana swakelola banjir di Suku Dinas Jakarta Pusat. Penetapan tersangka terhadap ‎Herning Wahyunigsih dan Palatua, dilakukan penyidik sejak pertengahan Februari 2017 lalu.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Fadil Jumhana mengakui adanya penetapan dua tersangka tersebut, hanya saja ia saat itu mengaku tak ingat nama tersangkanya. 'Sudah ada dua tersangkanya (untuk Jakarta Pusat), namanya lupa saya, yang jelas dari unsur pemerintah,' katanya.

Identitas kedua tersangka baru terungkap setelah media mengkonfirmasi kepada Kasubdit Penyidikan Pidana Khusus Yulianto. Mantan Aspidsus Kejati Riau ini membenarkan telah menetapkan dua tersangka, atas nama ‎Herning Wahyunigsih dan Palatua. 'Iya, keduanya sebagai tersangka,' kata Yulianto di Kejaksaan Agung, Kamis (2/3).

Dijelaskan Yulianto, keduanya merupakan PNS di Sudin Jakarta Pusat. Herning merupakan mantan Kasudin Tata Air Jakarta Pusat 2015. Herning kemudian diangkat oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama sebagai Kadis Tata Air Jakarta menggantikan Tri Joko Margianto yang mengundurkan diri. Sementara Palatua adalah PNS di Suku Dinas Jakarta Pusat.



Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Kejaksaan Agung tidak menetapkan status pencegahan bepergian ke luar negeri kepada keduanya.

Kenyataan itu dikritik Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Menurut Boyamin, pihaknya heran dengan kinerja Kejaksaan Agung yang belum transparan dalam penanganan kasus korupsi. Boyamin menduga ada 'main mata' dalam kasus ini.

'Bagaimana kepercayaan publik pulih jika penanganan kasus korupsi masih dilakukan secara tidak transparan,' ujar Boyamin.

Dalam kasus ini, penyidik Pidana Khusus telah melakukan penggeledahan kantor Walikota Jakarta Pusat. Penggeledahan dilakukan selama tiga hari berturut-turut sejak, Selasa (24/1) hingga Kamis (26/1) lalu. Dalam penggeledahan, penyidik membawa puluhan kardus berisi dokumen.

Sebelum menetapkan tersangka, tim penyidik juga telah memeriksa Purwanti Suryandari selaku Kepala Unit Pengelola Data dan Informasi Suku Dinas Tata Air DKI Jakarta atau mantan Kepala Seksi Perencanaan Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat. 'Kepada saksi, penyidik hanya melakukan klarifikasi terhadap dokumen-dokumen yang telah disita penyidik,' kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Moh Rum.

Penyidik sebelumnya juga telah memeriksa banyak saksi dian‎taranya ‎Kasubag TU pada Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat Abu Syukuri Andalan, ‎staf seksi perencanaan Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat, Zislauni Julianan dan Staf Kecamatan Muhammad Irvan.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar