Kejaksaan Ungkap Modus Korupsi Dana Banjir DKI

Senin, 20 Maret 2017, 15:56:46 WIB - Hukum

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) merapikan tumpukan kabel dan material lain yang ditemukan di gorong-gorong di Kelurahan Kuningan Barat, Jakarta, Senin (6/3).(ANTARA)


TERSANGKA BARU - Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Yulianto menjanjikan pengusutan kasus dana swakelola banjir baik di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara tidak akan berhenti pada dua tersangka. Penyidik masih mengembangkan keterlibatan pihak lain, termasuk keterlibatan pihak swasta.

"Siapa pun yang diketemukan alat bukti akan dijadikan tersangka, termasuk rekanan (unsur swasta) dalam kasus di Sudin PU Tata Air Jakut. Bahkan, di empat Sudin PU Tata Air, di Jaksel. Jakpus dan Jakbar dan Jaktim," kata Yulianto pekan lalu.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LBH Masyarakat Pemerhati Anti Korupsi (Mapikor) Iqbal Daud Hutapea meminta Kejaksaan Agung juga menyeret pihak swasta kasus dugaan korupsi proyek swakelola pengendali banjir di lima Wilayah DKI Jakarta. Sebab dari 34 orang tersangka, hanya dua orang yang dari unsur swasta.

"Padahal perbuatan tindak pidana korupsi tidak mungkin hanya dilakukan satu pihak, apakah hanya unsur swasta atau pemerintah saja. Namun dilakukan secara bersama dari kedua unsur itu," kata Iqbal di Jakarta, Jumat (10/3).


Pihaknya mengaku tidak berprasangka buruk atas penanganan kasus tersebut, tetapi hendaknya dilakukan secara terukur agar kasus tersebut dapat dibongkar hingga ke akarnya dan banjir tidak menjadi momok bagi penduduk ibukota lagi.

"Sudah ratusan miliar rupiah uang negara digelontorkan saban tahun. Tapi banjir tetap menggenangi ibukota," kata Iqbal.

Dari penyidikan yang dilakukan di lima Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Tata Air di Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat hanya ada dua dari unsur swasta. Yakni Binahar Pangaribuan, profesi Wiraswasta (tanpa diketahui nama perusahaannya) dan Arnold Welly Arde (Direktur PT. Citra Cisangge).

Kedua orang ini bagian dari 13 orang tersangka dari Sudin PU Tata Air Jakbar. Sementara dari 14 orang tersangka di Sudin PU Tata Air Jaktim, tiga orang tersangka di Sudin PU Jaksel dan dua orang di Sudin PU Tata Air Jakut dan Jakpus, tidak ada satu pun dari unsur swasta.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar