KPK Menelisik Aliran Dana Emirsyah Satar

Rabu, 01 Maret 2017, 15:28:00 WIB - Hukum

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menunggu pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/3). KPK memeriksa Emirsyah sebagai saksi terkait dugaan suap dalam bentuk transfer uang dan pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia pada periode 2005-2014 yang nilainya diduga lebih dari US$ 4 juta atau setara dengan Rp52 miliar dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce dengan tersangka Dirut PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo.(Edy Susanto/Gresnews.com)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Ia diperiksa sebagai saksi atas tersangka bos PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedardjo dalam perkara kasus korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls Royce.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi atas tersangka SS," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (1/3).

Kemarin, KPK telah memeriksa Soetikno sebagai saksi untuk Emirsyah. Febri menyatakan, pemeriksaan terhadap keduanya dengan pola bergantian ini untuk melengkapi berkas penyidikan untuk masing-masing pihak. Emirsyah dan Soetikno diketahui menjadi tersangka atas kasus korupsi ini.

Untuk pemeriksaan Soetikno kemarin, salah satu yang menjadi fokus KPK yaitu mengenai aliran dana yang diduga dinikmati Emir. Diketahui, pria yang saat ini menjadi bos mataharimall.com itu diduga menerima uang suap sekitar Rp46 miliar.

Pemberian suap diduga agar Emirsyah memilih Rolls Royce sebagai distributor mesin pesawat Garuda meskipun tidak sesuai dengan spesifikasi seharusnya. Uang suap tersebut dilakukan secara bertahap melalui Soetikno pada kurun waktu 2005-2014.

"Jadi itu kami konfirmasi kepada saksi. Kedua, yakni masih mendalami aliran dana yang diduga terjadi dari perusahaan (SS) di Singapura pada ESA," kata Febri.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar