Kejaksaan Bongkar Korupsi Program Siap Siar TVRI Jilid II

Kamis, 08 September 2016, 15:00:14 WIB - Hukum

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Arminsyah seusai melakukan pertemuan dengan para Jaksa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (29/7). (Edy Susanto/Gresnews.com)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Pengembangan penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan program Siap Siar Lembaga Publik Penyiaran (LPP) TVRI tahun anggaran 2012 membuahkan hasil. Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) menetapkan satu tersangka dari unsur swasta bernama Hendrik Handoko.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Fadil Zumhana mengaku telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk penetapan tersangka. Penyidik menemukan alat bukti yang cukup untuk ditetapkannya seseorang sebagai tersangka.

"Satu tersangka dari unsur swasta, ini kelanjutan kasus yang lama," kata Fadil di Kejaksaan Agung, Kamis (8/9).

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah menyampaikan, tim penyidik tengah mengembangkan kasus korupsi TVRI. "Sedang kami lidik, kami ‎tindak lanjuti sebagai pengembangannya," kata Arminsyah di Kejaksaan Agung, Rabu (3/8).

Armin menyatakan tim penyidik masih meneliti kembali dokumen yang ada dan telah meminta keterangan pihak terkait untuk menemukan dugaan pidananya. Ia menegaskan penyelidikan kasus korupsi di TVRI merupakan pengembangan dari kasus korupsi program Siap Siar 2012.

"Akhir perkembangan udah putus, dan kami mulai lagi kembangkan," kata Armin.

Dalam kasus sebelumnya ini, ada lima orang telah ditetapkan tersangka. Kelima tersangka telah disidang dan menjalani masa hukuman. Mereka adalah Mandra Naih selaku Direktur Utama PT Viandra Production divonis satu tahun, Iwan Chermawan sebagai Direktur Utama PT Media Arts Image, Yulkasmir sebagai pejabat pembuat komitmen, dan Irwan Hendarmin sebagai Direktur Program dan Bidang LPP TVRI Tahun 2012. Ketiganya divonis 4-8 tahun penjara.

Mandra bahkan sudah dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakat Cipinang pada Kamis, 11 Februari 2016. Seusai bebas, Mandra langsung mengadakan acara syukuran kebebasannya di kediaman kawasan Depok, Jawa Barat. Semua keluarga dan kerabat dekat turut hadir.

Dan terakhir mantan Direktur Keuangan Lembaga Publik Penyiaran (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI), Eddy Machmudi Efendi. Eddy terbukti menerima uang sebesar Rp7 miliar dari Iwan Chermawan. Eddy menerima uang dolar Amerika Serikat sebenar US$ 650.000 dalam pecahan US$ 100.000. Uang senilai US$ 650.000 diserahkan di ruang Eddy Machmudi Efendi.

Program Siap Siar TVRI tahun 2012 dianggarkan sebesar Rp47,8 miliar. Lalu, TVRI menindaklanjuti dengan membeli 15 paket program Siap Siar dari delapan perusahaan, termasuk PT Viandra Production, milik Mandra.

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), 15 kontrak paket program Siap Siar dilakukan menjelang akhir tahun anggaran, yakni November. Padahal, pengadaan barang dan jasa yang dilakukan melalui pelelangan akan melewati tahun anggaran. Sementara pembayaran telah dilakukan.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar