Operasi Kejahatan Siber WN China di Rumah Mantan Jenderal

Senin, 31 Juli 2017, 15:00:00 WIB - Hukum

Sejumlah pelaku "cyber fraud" (penipuan melalui media daring) asal Cina diamankan petugas di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Minggu (30/7). Petugas Satuan Khusus Mabes Polri bersama Kepolisian Cina berhasil mengamankan sebanyak 29 pelaku tindak kejahatan penipuan melalui daring dengan barang bukti berupa telepon, jaringan internet dan laptop. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Jaringan WN China pelaku kejaharan siber yang beroperasi di Jakarta, yaitu di kawasan Pondok Indah, ternyata mengontrak di rumah seorang mantan jenderal TNI. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, rumah yang dijadikan tempat persembunyian WNA pelaku penipuan siber sudah 2 tahun dikontrak. Rumah itu dikontrak oleh seseorang berinisial Y yang saat ini masih diburu.

"Jadi yang terpenting adalah bahwa yang pertama adalah rumah ini tempat sudah dua tahun disewa oleh seseorang bernama Y yang saat ini sedang kita lakukan pengejaran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (30/7).

Argo belum menjelaskan Y WNA juga atau tidak. Namun, Y merupakan sosok yang paling mengetahui soal penipuan ini. "Karena Y ini yang mengetahui semuanya berkaitan dengan penipuan ini yang modusnya pernah kita ungkap juga yang seperti di Jakarta Utara. Jadi ini modusnya mirip yang ada di Indonesia juga tapi ini berkaitan dengan siber internasional," ujarnya.

Para WNA tersebut tidak dapat menunjukkan paspornya. Polisi juga masih memburu orang yang mengamankan paspor para WNA itu. "Kita masih mencari siapa yang mengamankan paspor ini. Jadi yang kita temukan hanya identitas KTP China," ujarnya.

Rumah yang dikontrak Y sendiri diketahui merupakan rumah milik Brigjen TNI (Purn) Anton Sudarto. Sang mantan jenderal sendiri tak tahu menahu bahwa rumahnya justru dijadikan sarang melakukan kejahatan siber oleh para WN China itu.

Anton mengaku menyesal rumahnya di Pondok Indah, Jakarta Selatan, digunakan untuk kegiatan kejahatan penipuan siber. Dia mengatakan, sosok Y yang menyewa rumahnya saat ini sudah tidak bisa dihubungi.

"Sangat menyesal. Apalagi saya kan sebagai pensiunan dari angkatan yang secara tidak langsung juga ikut bertanggung jawab soal keamanan negara, saya betul-betul terpukul dengan kejadian ini. Ternyata niat yang baik dan mulia disalahgunakan, itu yang betul-betul saya menyesal. Tapi dengan kejadian ini betul-betul luar biasa buat saya," kata Anton di Jalan Sekolah Duta Raya No. 5, Pondok Indah, Jaksel, Minggu (30/7).

Anto mengatakan sebelum terungkapnya jaringan penipuan siber itu, dirinya sempat mengadakan janjian dengan Y untuk membahas masalah perpanjangan kontrak. "Udah nggak bisa. Bahkan kemarin pun mau ada pertemuan untuk perpanjang kontrak ini jam 14.30 WIB, di Pondok Indah Mall. Yang ngurus ini kan bukan saya, tapi istri saya sama anak-anak," ujarnya.

Sayangnya, pertemuan yang direncanakan tersebut tidak terjadi. Y tiba-tiba secara pihak membatalkan pertemuan itu dengan alasan memiliki urusan yang mendadak. "Dia katakan sudah ditengah jalan harus kembali. Orang yang ngurusin kontrak-kontrak ini inisialnya H," ucapnya.

Sosok H tersebut, diduga oleh Anton sebagai anak buah dari Y untuk mengurusi berbagai hal. "Y itu saya kira bosnya yang di sini ya. kalau saya liat kejadian ini nampaknya yang memfasilitasi di sini ya Y itu. Mencarikan tempat terus yang cocok tentunya begitu. Terus yang menghubungi kalau setiap ada persoalan H itu," jelasnya.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar