Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta diprediksi akan berlangsung dua kali putaran, kedua pasangan berebut cari simpati massa Agus-Sylvi.

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta diprediksi akan berlangsung dua kali putaran. Berdasarkan hitung cepat (quick qount) yang unggul pasangan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat dan pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno akan berlaga kembali pada putaran kedua.

Anies Baswedan saat diminta tanggapannya soal perolehan hasil sementara, mengaku optimis akan melaju ke putaran kedua. Namun begitu dia tetap menghormati proses perhitungan baik quick qount maupun real qount oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta.

"Kita tunggu hasil perhitungannya," kata Anies di Kantor Dewan Perwakilan Pusat Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan (15/2).

Anies sendiri mengaku, belum ada langkah khusus terkait arah koalisi yang akan dibangun pada putaran kedua nanti. Dia masih menunggu hasil final sebelum menuju kepada strategi dan format koalisi paska putaran pertama.

Berdasarkan hasil perhitungan cepat tersebut maka Pilkada DKI Jakarta masuk ke sesi putaran kedua. Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2016 Pasal 36 ayat 2. Putaran kedua dilakukan jika pada putaran pertama tidak memperoleh suara  50 persen kemenangan.

Ada pun bunyi Pasal 36 ayat (2) sebagai berikut : Dalam hal tidak terdapat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di DKI Jakarta yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen), diadakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur putaran kedua yang diikuti oleh pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama.

Lebih jauh dia mengungkapkan, hasil perolehan sementara telah memungkinkan dia masuk ke putaran kedua. Dia hanya fokus pada berikhtiar untuk menjawab keluhan warga Jakarta dengan program OK OCE dan pendidikan yang tuntas yang termaktub dalam visi misinya.

"Kita belum menentukan langkah khusus (koalisi) sebelum hasil finalnya," ujar Anies.

Berdasarkan hasil perhitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh hasil 16,9% diikuti pasangan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat mendulang suara 43,2% sedangkan pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno memperoleh 39,9% dari data 100 persen suara masuk.

Dengan perolehan suara demikian, maka pasangan Nomor urut 2 dan 3 akan melaju ke putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

SINYAL KOALISI - Sementara itu, Ketua Tim Sukses pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengemukakan optimismenya memenangkan putaran pertama. Klaim kemenangan itu berdasarkan hasil perhitungan internal tim sukses. Sayangnya, Mardani masih merahasiakan angka yang menjadi dasar optimisnya masuk ke putaran kedua.

Saat ditanya apakah akan berkoalisi dengan pasangan Agus- Sylvi, Mardani juga masih menjawab diplomatis. Dia memastikan akan berkoalisi menghadapi persaingan yang dinilainya cukup kompetitif lantaran dalam perhitungannya jarak antara Nomor 3 dan 2 tidak berpaut jauh.

"Selama ini Pak Iman (Sohibul Iman) dan Pak Probowo berhubungan terus dengan Pak SBY. Tapi untuk membicarakan putaran kedua kami harus menghargai hasil yang diumumkan KPUD nanti," ujar politisi PKS itu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga memberikan sinyal membuka peluang koalisi dengan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono. Menurut Fadli, ada kesamaan antara Anies dan Agus dalam program-program yang ditawarkan kepada masyarakat Jakarta. Namun dia tetap menghormati proses penghitungan yang dilakukan KPUD.

"Ya pasti. Kita ajaklah kawan-kawan kalau itu hasilnya. Visi misinya banyak yang sama, latar belakang pemilihnya juga banyak yang sama. Kalau berjuang bersama pasti bisa merebut Jakarta," kata Fadli optimis.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi pesan politik melalui kontestasi Pilkada DKI Jakarta. Dia menilai Pilkada merupakan simbol pertempuran antara antara yang berjuang menegakkan keadilan, kebenaran dengan para kapital yang memenangkan kontestasi melalui uang.

Kendati begitu, Prabowo tidak menegaskan siapa yang dimaksud orang yang disindirnya saat memberikan sambutan dalam konferensi pers di Kantor DPP Gerindra. Dia menyatakan bertahannya Anies menuju putaran kedua merupakan bukti warga Jakarta masih calon yang memiliki akhlak dan kebenaran masih diharapkan oleh masyarakat Jakarta.

"Pilkada DKI merupakan simbol pertarungan antara yang ingin memperjuangkan keadilan kebenaran dan kejujuran dan yang ingin membuktikan uang bisa menjajah Indonesia," kata Prabowo.

"Anies ini pasangan pahe (paket hemat) tapi alhamdulillah kita buktikan nilai kebajikan dan akhlak dan rasa kebenaran itu masih diharapkan rakyat indonesia," tandasnya.