Misi Politis Laporan Sang Calon Walikota

Minggu, 12 Juli 2015, 13:55:00 WIB - Hukum

Edisi majalah Tempo yang dipersoalkan calon Walikota Lampung Maruly Hendra Utama. (istimewa)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Pemberitaan media massa kembali menjadi objek pelaporan ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Bakal calon Walikota Bandar Lampung Maruly Hendra Utama mendadak melaporkan redaksi Majalah Tempo atas pemberitaan yang dimuat pada edisi 13-19 Juli 2015.

Pemberitaan berjudul Kriminalisasi KPK yang dimuat di halaman 20-31 ini dituding menyebarkan fitnah dan jauh dari kebenaran. Maruly menganggap pemberitaan ini menurunkan elektabilitas PDI Perjuangan karena seakan tidak pro pemberantasan korupsi. Hal itu dinilai merugikan dirinya sebagai satu-satunya calon yang di usung PDIP. Maruly sendiri memang diusung oleh partai berlambang Banteng ini.

Namun Maruly sendiri tak bisa menunjukkan jika elektabilitasnya menurun akibat pemberitaan tersebut. Namun, menurutnya, pemberitaan tersebut setidaknya telah merugikan partainya. Dosen di Universitas Lampung ini menuding berita di majalah Tempo tersebut isinya penafsiran semua dan merugikan baginya.

Namun, menariknya, nama Maruly sama sekali tidak tertera dalam pemberitaan itu. Keterkaitan Maruly dalam pemberitaan itu hanya karena ia diusung oleh Partai PDI perjuangan yang menyokongnya dalam pencalonannya sebagai walikota. Nama yang tercantum dalam pemberitaan itu justru nama Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Sementara Maruly tidak bersentuhan langsung dengan pemberitaan tersebut.



Namun dari hasil penelusuran gresnews.com, antara Maruly dan Hasto diketahui memiliki hubungan khusus. Maruly yang merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung itu kepada media lokal setempat, sempat mengakui, karena campur tangan Sekjen PDIP tersebut pencalonannya sebagai Walikota Lampung bisa terwujud.

Menurut Maruly, semula namanya dalam pembukaan fit and proper test calon kepala daerah Bengkulu, Sumsel, dan Lampung di Hotel Aston, Palembang, Sumatera Selatan namanya tak muncul, sebagai calon Walikota Kota Lampung.
Maruly Hendra Utama, dosen FISIP Unila yang maju sebagai bakal calon wali kota Bandar Lampung mengklaim, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memajukan namanya dalam bakal calon kepada daerah Bandar Lampung dari DPP. Namun belakangan, Hasto memberi tahu panitia bahwa namanya dimasukkan lewat jalur DPP.

Baca selanjutnya: 1 2 3 4

Komentar