Indikasi Lain dalam Kasus Suap Emirsyah Satar

Jum'at, 03 Maret 2017, 13:00:03 WIB - Hukum

Hadinoto Soedigno di ruang tunggu memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk di periksa sebagai saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia untuk tersangka Emirsyah Satar, Kamis (2/3). (Edy Susanto/gresnews.com)

JAKARTA, GRESNEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Direktur Teknik PT Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno sebagai saksi atas tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. Selain Hadinoto KPK juga memeriksa Sunarko Kuntjoro selaku Mantan EVP Engineering, Maintenance and Information System PT Garuda Indonesia dan juga Dodi Yasendri, Mantan SM Maintenance Budget PT Garuda Indonesia.

Hadinoto merupakan anak buah Emirsyah saat masih menjabat Direktur Utama di PT Garuda Indonesia. Ia juga sudah dicegah bepergian keluar negeri oleh Ditjen Imigrasi Kemenkumham atas permintaan KPK beberapa waktu lalu semenjak terungkapnya kasus ini.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pemeriksaan Hadinoto dilakukan karena yang bersangkutan dianggap memiliki pengetahuan tentang proses penanganan perkara yang sedang dilakukan. Bahkan Febri menyebut jika keduanya merupakan salah satu saksi penting dalam perkara ini.

"Keterangan saksi Hadinoto penting sejak awal kami sampaikan saksi dicegah ke LN penyidik butuh keterangan mereka. Kebutuhan tentu linier dengan indikasi rangkaian perbuatan," kata Febri di kantornya, Kamis (2/3).



Febri juga tak menampik jika pihaknya mendalami kemungkinan lain dari kasus korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat garuda, salah satunya terkait proses pengiriman ataupun pemeliharaan mesin pesawat. Namun untuk saat ini pihaknya masih fokus untuk pembuktian indikasi suap Emirsyah.

"Kami sampaikan indikasi suap Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan mesin, kami telusuri pengadaan itu dan klausul apakah ada yang mencakup pelayanan setelah barang disampaikan. Atau biaya pemeliharaan, siapa pihak, fakta yang ada penting ditelusuri lanjut, KPK fokus pembuktian indikasi suap Emirsyah," terang Febri.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar