Serangan Balik Setya Novanto

Kamis, 09 November 2017, 12:34:00 WIB - Hukum

Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruang sidang seusai bersaksi dalam sidang kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11).(ANTARA)


BELUM TERSANGKA - Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan pemeriksaan kasus pimpinan KPK itu telah sampai pada tahapan penyidikan. Namun ia menegaskan status keduanya belum tersangka, tetapi masih terlapor. Kasus pimpinan KPK ini naik ke tingkat penyidikan setelah Bareskrim memeriksa enam orang, yakni 1 saksi pelapor, ahli bahasa, ahli pidana, dan ahli hukum tata negara.

Setelah pemeriksaan sejumlah pihak itu, kata Setyo Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim melakukan gelar perkara dan memutuskan menaikkan status laporan ke tahap penyidikan pada Selasa, 7 November. "Tahapannya sudah penyidikan tapi statusnya belum tersangka, masih terlapor," ujarnya di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/11).

Pernyataan yang sama juga disampaikan Kasubdit IV Kombes Bareskrim Polri Roma Hutajulu. Menurutnya proses laporan itu masih dalam tahap penyelidikan.

"Intinya, kami harus hati-hati melakukan penyelidikan ini ya," katanya di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (7/11).


Menurutnya, sejauh ini polisi sudah memeriksa pelapor dan saksi-saksi yang diajukan pelapor. Sedangkan pihak imigrasi, selaku otoritas yang mengeluarkan surat pencekalan, belum akan dipanggil.

Bareskrim Polri melakukan penyidikan atas kasus dugaan penyalahgunaan kekuasaan terkait penerbitan surat cegah ke luar negeri untuk Setya Novanto. Surat cegah Novanto ini terbit setelah Novanto memenangkan gugatan praperadilan di PN Jaksel.

"Saut Situmorang selaku pimpinan KPK telah menerbitkan surat larangan bepergian ke luar negeri terhadap Setya Novanto tanggal 2 Oktober 2017 setelah adanya putusan praperadilan nomor 97/pid/prap/2017 PN Jaksel tanggal 29 September 2017, yang dimenangi oleh Setya Novanto," ujar Setyo Wasisto. (dtc/rm)


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar