Acho dan Korban UU ITE yang Terus Berjatuhan

Senin, 07 Agustus 2017, 12:00:00 WIB - Hukum

Konsumen melihat-lihat maket apartemen pada sebuah pameran (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Korban Undang Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (UU ITE) kembali berjatuhan. Kali ini korbannya adalah Stand-up Comedian Muhadkly MT yang punya nama panggung Acho, yang malah dijerat UU ITE hanya gara-gara mengeluhkan kerugian yang dialaminya saat membeli apartemen Green Pramuka di blog miliknya.

Acho diadukan pengelola apartemen Green Pramuka dengan tuduhan telah memfitnah. Hal itu bermula dari saat Acho menulis kerugian yang dialaminya saat menjadi penghuni unit apartemen di Green Pramuka Apartemen sejak tahun 2014. Seperti konsumen lain yang membeli apartemen, Acho berharap ia bisa memiliki tempat hunian yang nyaman sesuai janji pengelola untuk menjadikan area apartemen yang dihuninya menjadi kawasan ruang terbuka hijau.

Namun karena Acho merasa ada ketidakkonsistenan dari janji yang dibicarakan kepadanya saat awal membeli apartemen tersebut dengan kondisi yang dialaminya, kemudian Acho menulis kerugian yang dialaminya sebagai konsumen pembeli unit apartemen Green Pramuka di blog muhadkly.com yang dikelolanya pada 8 Maret 2015.

Maksud Acho berbagi kisah di blog itu agar tidak ada lagi orang yang terjebak oleh bujuk rayu dan kemudian memutuskan membeli unit apartemen di Green Pramuka Apartemen seperti dirinya. 'Ia melakukan ini untuk kepentingan publik. Itulah sebabnya, apa yang dituliskannya disertai dengan bukti-bukti yang nyata terjadi, bukan sekedar opini tanpa dasar,' kata Ade Wahyudin, dari LBH Pers, lewat keterangan tertulis yang diterima gresnews.com, Senin (7/8).

Acho juga paling tidak dua kali memosting di twitter, yaitu pertama untuk merespons berita media massa mengenai pungli di Green Pramuka Apartemen. Dan kedua juga memosting jawaban atas pertanyaan yang diajukan di Twitter.

Namun justru karena tulisan di blog dan apa yang disampaikan di Twitter itulah yang kemudian menjadi kasus hukum. Pada 5 November 2015, Acho malah dilaporkan oleh Danang Surya Winata selaku kuasa hukum dari PT Duta Paramindo Sejahtera (pengelola Apartemen Green Pramuka) dengan laporan pencemaran nama baik Pasal 27 Ayat (3) UU ITE dan fitnah sesuai Pasal 310-311 KUHP.

Celakanya, tanpa memeriksa kebenaran informasi dari pihak Acho, pihak kepolisian malah lebih cepat menanggapi aduan pihak Green Pramuka. Bahkan, berkas Acho, Senin (7/8) ini sudah akan dilimpahkan dari pihak penyidik ke Kejaksaan untuk penuntutan. Artinya sebentar lagi, Acho akan menjalani proses persidangan.

'Tersangka memposting tulisan dan/atau gambar yang bermuatan pencemaran nama baik dan fitnah tentang Apartemen Green Pramuka,' jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ago Yuwono, Minggu (6/8).

Tidak hanya itu, Acho juga sudah menulis perkataan--yang dianggap pengelola apartemen sebagai fitnah--itu melalu akun Twitter-nya @muhadkly. Acho menambahkan hastag #greenpramuka pada cuitannya itu. 'Pada akun twitter @muhadkly dengan postingan 'ada maling berkedok pengelola di #greenpramuka',' lanjutnya.

Cuitannya itu menjadi trending topic di Google, sehingga dinilai merugikan pihak Apartemen Green Pramuka. 'Tulisannya tersebut menjadi trending topic pada search engine Google, serta mengakibatkan penurunan marketing apartemen,' ujar Argo Yuwono.

Argo mengatakan, curhatan Acho itu dinilai merugikan pihak apartemen lantaran penjualannya menjadi menurun. 'Dia ngomong masalah Apartemen Green Pramuka itu (menurut pengelola) membuat marketingnya turun, sehingga daya belinya rendah,' ujarnya.

Hanya saja, Argo tidak menjelaskan secara detail kalimat apa yang dianggap sebagai tindak pidana pencemaran nama baik ke pihak pengelola. 'Intinya pengelola merasa dirugikan karena dengan tulisannya itu membuat marketing apartemen menurun,' sambungnya.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan juga mengatakan hal serupa. Acho dinilai sudah mencemarkan nama baik pihak pengelola apartemen atas tulisannya di blognya muhadkly.com itu. 'Di dalam blognya itu ada kalimat-kalimat itu yang diangkat apartemen itu (dianggap) sebuah penistaan atau pencemaran nama baik, karena tidak sesuai fakta,' kata Adi.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar