Kejagung Mandul di Kasus Korupsi PT IM2

Minggu, 26 Februari 2017, 12:00:00 WIB - Hukum

Gedung Kejaksaan Agung. Kejagung dinilai mandul dalam penanganan perkara korupsi IM2 karena tak juga menetapkan tersangka baru meski PK Indar Atmanto sudah ditolak MA (Gresnews.com/Edy Susanto)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kejaksaan Agung terkesan mandul dalam penanganan perkara dugaan korupsi pemanfaatan spektrum 2,1 Ghz untuk jaringan 3G oleh PT Indonesia Mega Media (IM2), anak usaha PT Indosat Tbk. Kasus itu merupakan satu dari sekian kasus korupsi yang masih mengendap di Kejaksaan Agung, dan tak jelas nasib penuntasannya.

Sikap Kejagung ini jelas kontras dengan penanganan kasus pengadaan mobil listrik yang menyeret mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan sebagai tersangka. Dalam kasus ini, Kejagung terlihat sigap, bahkan sebelum menerima salinan putusan pengadilan atas terdakwa Dasep Ahmadi pun, Kejagung sudah berani menetapkan Dahlan sebagai tersangka.

Sementara, dalam perkata IM2, penyidikan langsung mangkrak selama dua tahun, pasca ditolaknya Peninjauan Kembali yang diajukan Indar Atmanto. Pada akhir September lalu, Lembaga Pendidikan dan Advokasi Konsumen (Lapak) meminta kejelasan penanganan kasus tersebut dibuka Kejagung ke publik. Alasannya, dengan ditolaknya upaya Peninjauan Kembali (PK) mantan Direktur Utama PT IM2 Indar Atmanto oleh Mahkamah Agung (MA) pada 2015 silam, jaksa bisa melanjutkan proses hukum tersangka lain termasuk eksekusi uang pengganti Rp1,3 triliun.

Namun kejaksaan malah terkesan ragu dan mengambil sikap diam dengan berbagai alasan. "Masih kita bahas itu (nasib tersangka lainya)," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaaan Agung Arminsyah, Minggu (26/2).

Seperti diketahui, berdasar putusan Nomor 77PK/Pidsus/2015, MA telah menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terdakwa Indar Atmanto. Putusan tersebut meneguhkan putusan kasasi MA yang menghukum Indar dengan hukuman penjara selama delapan tahun dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan. MA juga menghukum PT Indosat dan IM2 membayar uang pengganti sebesar Rp1,3 triliun berdasar putusan Mahkamah Agung (MA) No 787K/PID.SUS/2014, tanggal 10 Juli 2014.

Namun hingga saat ini Kejagung belum menindaklanjuti putusan PK tersebut. Baik eksekusi uang pengganti sebesar Rp1,3 triliun dan tersangka lainnya yakni Harry Sasongko, Jhonny Swandi Sjam, Kaizad B Heerje dan tersangka korporasi. "Indosat, mereka sedang mengajukan gugatan, kita tunggu (nanti putusannya)," kata Jaksa Agung Moh Prasetyo dalam beberapa kesempatan.

Sementara itu Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia Chudry Sitompul berpendapat, secara hukum, tidak ada kata lain bagi Kejaksaan Agung untuk mengeksekusi uang pengganti dan menuntut tersangka lain. Menjadi aneh, Indar Atmanto divonis bersalah tapi lainnya tidak. Sementara Indar didakwa bersama-sama dengan pihak lain. "Putusan PK harus dilaksanakan," kata Chudry kepada Gresnews.com beberapa waktu lalu.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar