Drama Pansus Angket KPK Diperpanjang

Rabu, 27 September 2017, 11:00:00 WIB - Hukum

Pimpinan sidang Fahri Hamzah (kedua kiri) menerima naskah laporan dari Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa pada Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/9). Rapat paripurna DPR itu menyetujui laporan temuan Pansus Hak Angket KPK yang belum dilengkapi dengan rekomendasi, selain itu rapat paripurna juga mengagendakan pengambilan keputusan uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung dan calon anggota Komite Informasi pusat periode 2017-2021. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Drama Panitia Khusus Hak Angket KPK bakal terus berlanjut setelah masa kerja Pansus Angket terhadap KPK di DPR diperpanjang dalam Sidang Paripurna DPR, Selasa (26/9). Sidang paripurna juga DPR telah menerima hasil temuan Pansus Hak Angket KPK.

Paripurna diawali dengan pemaparan hasil temuan Pansus Angket KPK. Saat menyampaikan pemaparan, Pansus tidak bisa mengeluarkan rekomendasi lantaran masih perlu kehadiran KPK.

'Pansus belum dapat membuat sebuah kesimpulan dan rekomendasi pada subjek penyelidikannya. Tidak fair dan tidak adil dalam sidang paripurna ini, kami ambil keputusan sepihak atas temuan tersebut karena temuan tersebut harus dikonfirmasi, Pansus akan terus kerja,' ujar Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/9).

Usai memaparkan hasil temuan, sejumlah interupsi mewarnai sidang paripurna. Sejumlah fraksi menyatakan walk out dalam sidang karena menolak perpanjangan masa kerja Pansus Angket. Namun, pimpinan sidang, Fahri Hamzah tampak tak mengindahkan interupsi dari peserta sidang. Fahri langsung meminta persetujuan terkait laporan Pansus. 'Apakah laporan ini diterima atau tidak?' ujar Fahri, yang disetujui peserta rapat.

Seusai rapat, Fahri menjelaskan soal keputusan yang ia buat dalam sidang. Secara tidak langsung, ia menyetujui masa kerja Pansus Angket KPK diperpanjang. 'Ya seperti laporan saja, kita terima laporan. Laporannya bilang kami mau kerja lagi, ya sudah,' jelas Fahri seusai paripurna.

Terkait perpanjangan masa tugas ini, Agun Gunandjar mengatakan memang tidak penjelasan secara rinci soal masa kerja pansus. Menurutnya, pansus harus memberikan laporan maksimal 60 hari setelah paripurna. 'Memang nggak ada (perjelasan perpanjang masa pansus). Nggak ada masa kerja, yang ada itu dalam tempo 60 hari dia harus melaporkan,' ujar Agun.

Agun memaparkan maksimal 60 hari setelah rapat paripurna ini pansus angket harus melaporkan kembali. Agun menegaskan hasil rekomendasi diberikan ketika sudah bertemu dengan KPK di pansus angket.

'Sekarang paripurna nih. Nah, paling telat 60 hari dari paripurna ini kita harus laporan lagi tapi ketentuannya kan apakah harus 60 hari kan tidak jadi tergantung sampai ada hasil optimal dia wajib pertanggungjawabkan dalam paripurna,' kata Agun.

Ia tidak memberikan batas waktu terkait pemanggilan KPK ke Pansus. Agun hanya mengatakan jika KPK bisa datang lebih cepat itu akan lebih baik. 'Ya pokoknya KPK datang lebih cepat itu lebih baik,' imbuhnya.

Namun politikus Partai Golkar itu menuturkan jika sebenarnya hasil rekomendasi telah disiapkan oleh pansus angket. Tapi tidak akan dikeluarkan hingga ada pertemuan dengan KPK. 'Iya belum dikeluarkan. Semua bahan sudah ada tinggal KPK-nya,' tutup Agun.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar