Tarik-Ulur Pansus Angket KPK

Selasa, 26 September 2017, 11:00:00 WIB - Hukum

Anggota Pansus Angket KPK Arteria Dahlan (kedua kanan) menyampaikan pendapatnya disaksikan Wakil Ketua Pansus Eddy Wijaya Kusuma (kedua kiri) serta anggota Pansus Masinton Pasaribu (kiri) dan John Kennedy Azis (kanan) saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/9). Dalam kesempatan itu mereka menyampaikan perkembangan terkini hasil kerja Pansus KPK. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Perjalanan Pansus Hak Angket KPK yang sangat panas di awal, terancam anti-klimaks di akhir. Pasalnya hingga kini Pansus belum juga menyusun rekomendasi dari hasil kerja mereka menyelidiki KPK selama kurang-lebih 60 hari itu.

Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa beralasan, rekomendasi belum bisa disusun karena absennya KPK dalam forum Pansus. "Waktu itu kita minta undang tanggal 20 (September), tapi nggak bisa hadir. Ya akhirnya rumusan rekomendasi itu, karena belum terkonfirmasikan, tidak fair rasanya, tidak adil buat kami kalau tetap ngotot tanggal 28 untuk kami sepihak melakukan itu," kata Agun di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/9).

Agun menuturkan Pansus selama 60 hari bekerja sudah mendapat banyak temuan tentang kinerja, tugas, dan kewenangan KPK. Dalam menyelidiki KPK, Pansus disebutnya punya metode akurat.

"Kita menyelidikinya kita punya metode penyelidikan, lalu kita memilih dan memilah dan akhirnya didapatkan 4 fokus penyelidikan kita. Pertama, aspek kelembagaan; kedua, aspek kewenangan; ketiga, tentang tata kelola sumber daya manusia, dan tata kelola anggaran," jelas Agun.

Pansus sendiri, lanjut Agun, telah menggelar rapat paripurna internal soal temuan mereka. Hasil paripurna sudah dibagikan kepada anggota Pansus namun belum bisa dikerjakan. "Karena bahan-bahan itu untuk dikerjakan butuh langkah konfirmasi terhadap subjek dan objek penyelidikan, itu KPK," tutur Agun.

Salah satu alasan KPK enggan hadir dalam forum Pansus ialah mereka masih menjadi pihak terkait dalam uji materi Pansus Angket terkait UU MD3 di Mahkamah Konstitusi. Menurut Agun, pihaknya telah mencoba mengundang KPK untuk hadir.

"Oleh karena itu, kami layangkan surat, mengundang beliau untuk bisa hadir dan ternyata jawabannya KPK mengatakan, 'Kami tidak akan dapat hadir karena masih sebagai pihak terkait JR di MK'," pungkas politikus Golkar itu.

Kehadiran KPK memang menjadi hal paling krusial bagi keberlangsungan kerja Pansus Hak Angket KPK. Agun Gunanjar mengatakan, masa kerja Pansus Angket KPK yang akan berakhir pada 28 September 2017 tidak akan diperpanjang jika KPK bersedia hadir. "Saya kira begitu," kata Agun.

Meski demikian, perihal perpanjangan masa kerja, Agun masih akan merapatkan dengan anggota Pansus lain. Pansus Angket KPK juga segera mengambil keputusan soal perpanjangan masa kerja sebelum 28 September. "Ya, sebelum 28 (September) kita sudah ada keputusan," ucap dia.

Agun mengatakan Pansus masih ingin KPK hadir dalam forum Pansus, bukan RDP dengan Komisi III, meski kemarin rapat Komisi III dengan KPK 'berbau' Pansus. Namun, menurut Agun, hal itu sulit terealisasi jika mengacu pada pernyataan pimpinan KPK dalam RDP dengan Komisi III beberapa waktu lalu. "Tapi, kalau sementara berpedoman pada pernyataan di rapat kemarin, kan masih tampak kecenderungan belum mau (hadir di Pansus)," sebut Agun.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar