Kiprah politik Yusril Ihza Mahendra kian tersiar seiring dukungan partai politik yang didapatinya menuju Pilgub DKI 2017. Teranyar, Yusril dapat dukungan dari PPP di bawah kepemimpinan Ketua Umum Romahurmuziy (Romi).

Bahkan, PPP yakin pihaknya bersama partai lainnya akan mendeklarasikan dukungannya pada Yusril pertengahan bulan ini. "Deklarasi kemungkinan akan dilakukan tanggal 16 September," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Abdul Aziz dalam keterangannya, Senin (12/9).

Abdul Aziz adalah ketua DPW PPP Jakarta yang diangkat oleh kubu Romi. Sebelumnya, PPP Jakarta dipimpin oleh Abraham Lunggana (Lulung) yang merupakan kubu Djan Faridz. Memang dulu, Romi dan Djan Faridz berseteru hebat sehingga partai berlambang Kakbah ini sempat terancam pecah.

Bila menilik ke belakang, Yusril yang juga pengacara kondang itu pernah menjadi saksi yang dihadirkan Djan Faridz. Saat itu, Yusril sempat dihadirkan kubu Djan sebagai saksi ahli pada persidangan gugatan Undang-Undang Partai Politik, di Mahkamah Konstitusi (MK), pada 14 Juni lalu. Djan saat itu sedang berjuang mempertahankan kepengurusan PPP yang dipimpinnya.

Saat itu, yang dipersoalkan adalah sikap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang dinilai berpihak kepada kubu Romi. Yusril yang juga mantan menteri Kehakiman itu mengkritik Yasonna.

"Setelah ada UU Administrasi Negara, sudah jelas ada diskresi atau tidak. Tidak mungkin ada diskresi dari Menkum HAM. Apalagi Menkum HAM berlaku seperti pembina zaman dahulu. Dia harusnya bertindak secara legalistik," ujar Yusril kala itu.

Namun itu dulu. Kini, kubu Romi sudah cukup kuat di PPP. Menghadapi Pilgub DKI 2017, PPP agaknya tak berubah haluan, yakni tetap bersikap kontra terhadap petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan menginginkan pemimpin alternatif lainnya. Kebetulan demikian pula sikap Yusril. (mon/dtc)