Kejagung (Masih) Buru Mu´min Ali Gunawan di Kasus Korupsi Cessie Victoria

Kamis, 16 Maret 2017, 13:00:00 WIB - Hukum

Gedung Kejaksaan Agung (Gresnews.com/Edy Susanto)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Status larangan bepergian ke luar negeri untuk saksi kasus dugaan korupsi penjualan hak tagih utang (Cessie) PT Adyesta Ciptatama (AC) di Bank BTN pada BPPN kepada PT Victoria Securities Internasional Corporation (VSIC) Mu'min Ali Gunawan akhirnya habis. Namun tim penyidik mengaku tidak menyerah untuk terus menelisik keterlibatan Mu'min Ali yang diduga sebagai otak dalam kasus ini.

Mukmin dicekal pertama kali pada Februari 2016. Lalu pada September 2016, cekal kedua dilakukan hingga Maret 2017. Sesuai UU Kemigrasian, cekal hanya berlangsung untuk satu tahun. Pencegahan hanya dapat dilakukan terhadap tersangka dan/atau orang yang diduga kuat terlibat tindak pidana.

Meski masa cekal telah dicabut, penyidik akan tetap mengawasi Presiden Komisaris PT Bank Panin ini. 'Perannya (Mu'min) terus dikaji oleh tim jaksa penyidik. Jadi tunggu saja,' kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah, di Kejaksaan Agung, Rabu (15/3).

Armin menegaskan nasib Mukmin akan ditentukan tiga tersangka lain yakni mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Temenggung, mantan Analis Kredit BPPN Haryanto Tanudjaja dan dua orang Pengurus PT Victoria Sekuritas Indonesia (VSI) Suzana Tanojo dan Rita Rosela. Mereka semua adalah tersangka kasus Victoria atau kasus penjualan cessie PT Adyesta Ciptatama (AC).

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, Armin mengemukakan segala sesuatu masih terbuka, sebab penyidikan masih terus berlangsung dan tim penyidik masih terus mengumpulkan bahan keterangan dari sejumlah pihak. Termasuk tiga tersangka yang kini jadi buronan. 'Kita tunggu saja. Karena, kita masih fokus pada pemberkasan tersangka (Syafruddin Temenggung),' jelasnya.

Mu'min Ali adalah pendiri Bank Pan Indonesia (Panin). Saudara ipar pemimpin Grup Lippo Mochtar Riady ini sekarang menduduki sejumlah posisi penting di perusahaan publik yang melantai di bursa efek.

Di PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), Mu'min menjabat presiden komisaris. PANS adalah perusahaan efek yang sahamnya dimiliki oleh PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) sebanyak 29%, PT Patria Nusa Adamas (30%), dan publik 41%.

Di PT Panin Insurance Tbk (PNIN), Mu'min juga duduk sebagai presiden komisaris. Mu'min juga menjadi presiden komisaris di PT Panin Financial Tbk (PNLF). PNLF adalah salah satu anggota perusahaan Panin Group yang bergerak di berbagai sektor jasa keuangan.

Mu'min Ali Gunawan usai diperiksa pada Januari 2016 tak banyak bicara. Saat disoal kasua cessie, Mu'min menjawab singkat. 'Masih sebagai saksi,' kata Mu'min bergegas masuk ke dalam mobilnya merek Lexus bernomor B 9 CU saat itu.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar