Akhir Perjalanan Kasus Acho Vs Green Pramuka

Kamis, 10 Agustus 2017, 11:00:00 WIB - Hukum

Calon konsumen apartemen melihat-lihat maket apartemen yang tengah dipasarkan (ANTARA)

YLKI SIAP MEDIASI - Sementara itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai curhatan komika Muhakdly alias Acho dengan pengelola Apartemen Green Pramuka City wajar. YLKI juga akan mencari pemilik apartemen lain yang senasib dengan Acho.

'Karena ini bagian dari solidaritas dari konsumen dan YLKI juga akan mencoba melalukan semacam kumpul juga dengan warga bukan hanya dengan Acho tapi juga dengan warga green pramuka lain untuk kira-kira upaya lebih lanjut apa kita lakukan,' kata staf pengaduan dan hukum YLKI Mustafa di Dinas Perumahan DKI Jakarta, Jl Taman Jatibaru, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (9/8).

Menurut Mustofa, wajar bila Acho sebagai konsumen menuliskan keluhannya pada halaman situs pribadi miliknya. 'Dari apa yang ditulis Acho sebenarnya kita nilai wajar, sebagai keluhan konsumen. Kemudian juga sebagai konsumen yang awam, wajar jika Acho tidak mengetahui ke mana harus mengadu, kalau sudah mengadu ke pengelola tetapi tidak meresponya wajar,' jelas Mustofa.

Sebagai konsumen Acho juga berhak mendapat perlindungan hukum. YLKI juga akan berkoordinasi dengan Komnas HAM untuk mencari pemilik apartemen lain yang senasib dengan Acho.

'Kita akan menggandeng Komnas HAM, kemudian juga akan bergerak ke sosial masyarakat dan forum-forum warga tidak hanya di apartemen green pramuka tapi mungkin di apartemen lain yang senasib,' tutup Mustafa.

Sebelumnya Acho mengaku tinggal di apartemen tersebut sejak awal 2014. Di awal waktu tersebut, dia mengatakan apartemen yang berada di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat ini masih nyaman untuk dihuni.

Kemudian, memasuki tahun 2015, mulai banyak ditemui persoalan yang dianggapnya janggal. Fakta tersebut lalu dituliskannya di blog pribadinya. Menurutnya, pihak apartemen semestinya memberikan klarifikasi atas fakta tersebut.

Hingga akhirnya Acho dilaporkan pihak Apartemen Green Pramuka atas dugaan pencemaran nama baik. Pihak apartemen melaporkan Acho pada akhir 2015 ke Polda Metro Jaya. Kini, berkas kasus tersebut telah dilimpahkan polisi ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Terkaitan cuitan Acho itu, pengelola Apartemen Green Pramuka membantah tuduhan Acho yang menyoalkan ketersediaan ruang terbuka hijau. Pihak apartemen mengatakan lahan tersebut sudah disediakan.

'Kita lihat di informasi kita, silakan cek ada di kita semua. Ruang terbuka hijau ada? Ada, kita tidak menutup kok,' kata kuasa hukum Apartemen Green Pramuka, Muhammad Rizal Siregar.

Namun memang ketersediaan ruang terbuka hijau tersebut belum seluruhnya terpenuhi. Sebab, Rizal mengatakan, pembangunan apartemen tersebut belum selesai 100 persen.

'Kalau ditanya belum terpenuhi secara seluruhnya ya benar, jadi kalau bicara teknisnya repot. Berdasarkan pembangunan dari awal sampai sekarang ini belum semua. Jadi kalau ditanya fasilitasi dan sebagainya memang belum bisa dilakukan karena belum terbangun seluruhnya,' katanya.

Rizal mengatakan ketersediaan ruang terbuka hijau tersebut sedang dalam proses pengerjaan. Namun Rizal tak bisa memprediksi kapan pembangunan itu akan selesai. 'Target belum tahu. Jangan anggap kita tidak menyediakan fasilitas itu. Ada tapi dalam proses pembangunan,' ucap Rizal.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar