Akhir Perjalanan Kasus Acho Vs Green Pramuka

Kamis, 10 Agustus 2017, 11:00:00 WIB - Hukum

Calon konsumen apartemen melihat-lihat maket apartemen yang tengah dipasarkan (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Akhir kasus antara komika Muhadkly MT alias Acho dengan pengelola Apartemen Green Pramuka, sepertinya akan berakhir di luar pengadilan. Dalam pertemuan antara kedua pihak di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (9/8), kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikan persoalan secara damai. 'Artinya kita dari pihak Pak Acho dan Green Pramuka, kita sepakat untuk menyelesaikan ini secara damai dan kekeluargaan,' ujar kuasa hukum Acho, Thompson Situmeang.

Untuk menyelesaikan kesepakatan damai itu, kedua pihak masih harus mengadakan pertemuan kembali untuk merumuskan kesepakatan-kesepakatan yang akan diajukan oleh masing-masing individu berkaitan dengan upaya damai tersebut. 'Jadi tadi ada sedikit kesepakatan, yang mungkin tidak selesai dalam waktu satu-dua jam malam ini. Soal teknisnya bagaimana, kita tadi memang ada wacana, tapi belum bisa kita publish itu, karena itu kita tindak lanjuti besok,' terangnya.

Hal yang sama dinyatakan oleh M Rizal Siregar selaku kuasa hukum dari pihak apartemen yang hadir bersama-sama. Rizal mengatakan, pihak apartemen sangat terbuka untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. 'Jadi begini. Kalau kami ditanya, hampir sama dengan dari pihak saudara Acho bahwa kita menyelesaikan dengan proses mediasi dengan jalan kekeluargaan,' ujar Rizal.

Rizal juga menyampaikan nantinya masing-masing pihak akan menyampaikan persyaratan untuk upaya damai itu. Namun, hal itu akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan berikutnya.

'Karena mediasi itu adalah salah satu alternatif penyelesaian sengketa. Untuk itu secara teknis kami belum bisa jawab, karena kan akan bertemu besok dalam tindak lanjut penyelesaian perkara ini,' tambah Rizal.

Acho sendiri meyakinkan, dirinya dan pihak pengelola apartemen sangat berpeluang untuk menyelesaikan persoalan teraebut secara damai. 'Intinya sudah ada kesepakatan positif, bahwa kita akan menyelesaikan ini dengan kekeluargaan. Jadi kita dalam menyelesaikan secara kekeluargaan. Teknisnya, karena tidak akan selesai malam ini, keterbatasan waktu juga,' paparnya.

Thomson Situmeang menyambut gembira rencana penyelesaian secara kekeluargaan ini. 'Intinya kami juga berterima kasih pada pihak Polda Metro Jaya yang memfasilitasi, kemudian juga dari Green Pramuka, kita juga berterima kasih, kemudian juga kita Pak Acho, karena kita sama-smaa membuka hati,' kata Thomson.

Sebelumnya, Acho sempat mengajukan syarat ketika ditawari untuk menempuh jalur mediasi. Syarat yang menjadi kesepakatan di antara kedua belah pihak haruslah bersifat adil. 'Tidak merugikan salah satu pihak dan berjalan transparan karena kasus ini sudah menjadi kasus publik,' ujar Acho.

Ada empat syarat yang diajukan Acho. Pertama, menghentikan proses kriminalisasi kepada Acho dan konsumen Apartemen Green Pramuka yang saat ini sedang bersengketa hukum dengan pengelola.

Kedua, masing-masing pihak sama-sama melakukan permintaan maaf. Acho meminta maaf bila tulisan di blognya dianggap merugikan penjualan unit Apartemen Green Pramuka dan pihak pengelola Apartemen Green Pramuka meminta maaf karena telah terburu-buru melakukan proses pemidanaan tanpa menempuh proses mediasi sebelumnya.

Ketiga, Acho berkewajiban memuat hak jawab yang ditulis oleh pengelola Apartemen Green Pramuka di dalam blognya untuk memberi perimbangan atas apa yang sudah ditulisnya. Keempat, proses mediasi dilakukan secara transparan dengan melibatkan warga penghuni Apartemen Green Pramuka dan YLKI sebagai moderator mediasi.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar