ketik : gres<spasi>tanggal tayang(ddmmyy)<spasi>pesan kirim ke 3767, contoh : gres 210111 jual cepat xenia 2008.Hub joko-0815xxxxxx
twitter

Jangan sepelekan obrolan ´bantal´, ini faktanya

image Ilustrasi (Foto:dailymail.co.uk)

AKTIVITAS SEKS memang dapat menjadi obat mujarab bagi hubungan pasangan suami istri. Namun, dibalik itu tahukah anda bahwa ternyata aktivitas setelah berhubungan intim ternyata tidak kalah pentingnya dengan kegiatan seks?

Para ilmuwan menemukan bahwa kaum perempuan akan merasa tidak nyaman ketika mendapati pasangannya langsung berbalik dan mendengkur setelah memperoleh kepuasan seksual.

Psikolog di Universitas Michigan menyatakan, berpelukan dan mengobrol setelah berhubungan seks adalah cara yang penting bagi pasangan untuk menggugah komitmen mereka satu sama lain.

Dalam sebuah hubungan, kegiatan sesudah berhubungan intim sama pentingnya dengan aktivitas seks yang dijalani.

Sebanyak 456 orang diikutsertakan sebagai responden untuk mengisi sejumlah daftar pertanyaan secara online tentang kebiasaan tidur mereka bersama pasangannya masing-masing.

Pimpinan peneliti, Dr Daniel Kruger menyebutkan, ketika mengetahui bahwa pasangannya telah tertidur, responden akan merasakan ada ekspresi kasih sayang yang hilang dari pasangannya.

"Waktu yang dihabiskan bersama pasangan setelah aktivitas seks mungkin sama pentingnya dengan apa yang terjadi sebelum itu. Dalam hal memperkokoh suatu hubungan, kelihatannya waktu yang dihabiskan berduaan setelah seks ikut memegang peranan penting. Meskipun, studi dalam hal ini masih sangat jarang dipelajari," ungkap Kruger, seperti dikutip Daily Mail.

Studi yang telah diterbitkan di Journal of Social, Evolutionary and Cultural Psychology ini memang tak mencantumkan apakah mayoritas kaum pria yang lebih dulu tertidur dibandingkan wanita, seusai melakukan aktivitas seks.

Dalam riset lainnya disebutkan bahwa tubuh pria cenderung memproduksi hormon oksitosin dan prolaktin, keduanya memberikan efek penenang bagi pria. Kedua hormon inilah yang bertanggung jawab terhadap kantuk yang dirasakan oleh pria seusai bertempur di atas ranjang.

Kendati demikian, baik Kruger maupun asistennya dari Albright College, Pennsylvania, Susan Hughes, meyakini bahwa ada argumen evolusioner sebagaimana kepercayaan publik tentang adanya reaksi hormonal yang memicu pria lebih cepat tertidur usai melakukan seks.

Keduanya meyakini bahwa tidur lebih cepat dari pasangannya sebagai sebuah upaya di luar alam bawah sadar dari seorang pria untuk menghindari percakapan bersama pasangannya.

"Bagi pria, dalam perspektif evolusioner ada hasrat untuk memiliki partner seks lainnya. Sedangkan bagi kaum perempuan, ada keinginan untuk mengamankan hubungan itu," imbuh Kruger.

Sementara pria dengan kecenderungan menghindari percakapan di atas ranjang setelah aktivitas seksual, di sisi lain perempuan justru merasa ada dorongan yang kuat untuk melakukan percakapan itu.

Perempuan yang mengikuti riset ini menyebut, makna pentingnya tidur di samping pasangan. Periset menyimpulkan hal ini berimplikasi bahwa minat perempuan mengetahui kalau sang suami telah tidur di sisinya sebagai suatu strategi menangkal potensi selingkuh pasangannya. Ini bagai sebuah skenario untuk menghalau masuknya orang ketiga dalam hubungan asmara mereka.

Sebaliknya, para pria yang mengisi kuesioner ini menyebutkan, perempuan lebih cepat pergi tidur ketika sebelumnya tidak ada aktivitas seks. Hal ini disimpulkan oleh para peneliti sebagai perwujudan hasrat primitif untuk menjaga pasangannya.

Editor : Oki Baren (oki@gresnews.com)
Share:
Untuk pemasangan iklan, permintaan menjadi partner, dan pemesanan paket iklan kreatif di gresnews.com dan m.gresnews.com bisa menghubungi:
SEPTANINGSIH
Telp: +6221-52960435
Fax: +6221-52960435
Email: septa@gresnews.com
Alamat kantor:
Gedung Raudha
Jl. Kuningan Barat No.21
Mampang, Jakarta Selatan.

 Kirim Komentar


Reload Image
Code:


Copyright © 2011-2012 gresnews.com, All Right Reserved