- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Hahh.. Nama tentukan promosi? Sulit dieja bos? Ya diganti!
Ini mungkin dapat menjelaskan mengapa Inggris memiliki Tony (Blair) dan Dave (Cameron) sebagai perdana menteri. Atau Obama dan Bush yang menang jadi presiden AS. Contoh lain? Bos Microsoft Bill Gates dan CEO Google Larry Page. Mudah disebut kan!
Berita terkait :
SHAKESPEARE bilang, apalah arti sebuah nama. Benarkah demikian? Sebelum meneruskan membaca artikel ini, coba ingat nama teman dan kerabat yang kini sukses kemudian coba periksa apakah nama mereka sulit atau mudah dieja.
Coba eja nama Anda sendiri apakah termasuk sulit dieja. Kaitkan dengan karier, sulitkah mendapatkan promosi. Kalau ya... hmmm.. ganti nama Anda mungkin dapat menjadi solusi.
Sebuah studi telah menemukan bahwa orang yang memiliki nama yang lebih mudah dieja akan memiliki prospek untuk naik jabatan, sebagaimana dilansir dailymail.co.uk.
Ini mungkin dapat menjelaskan mengapa Inggris memiliki Tony (Blair) dan Dave (Cameron) sebagai perdana menteri. Atau Obama dan Bush yang menang jadi presiden AS. Contoh lain?
Bos Microsoft Bill Gates dan CEO Google Larry Page. Mudah disebut kan!
Para psikolog melakukan beberapa test untuk membuktikan bahwa nama yang mudah dieja, membuat seseorang terbentuk dengan kesan yang positif.
Dalam sebuah survei, mereka menemukan para peserta tes ini lebih memilih untuk menggunakan nama seperti Smith dan Gant daripada Colquhon dan Farquharson.
Dari 500 lulusan sekolah hukum dengan tahun akademis yang sama, studi ini menemukan bahwa lulusan dengan nama yang lebih mudah dieja, lebih mudah untuk mendapatkan posisi senior pada firma mereka.
Nama depan
Para peneliti dari Melbourne dan Universitas New York menambahkan, bahwa orang yang memiliki nama depan dan nama belakang yang mudah didengar oleh telinga, ternyata dapat meraih sesuatu yang lebih baik.
Dr Adam Alter, salah satu penulis dalam penelitian itu, mengatakan bahwa dasarnya adalah gampang-tidaknya nama itu disebutkan. Terlepas dari panjang atau seberapa ´umum´nya nama tersebut.
Alter mengatakan bahwa proses pemikiran manusia adalah "bias tersembunyi" karena tidak ada yang menyadari padahal itu dapat mempengaruhi keputusan dan pilihan kita. Hal itu dia ungkapkan kepada Jurnal Ekperimental Psikologi Sosial.
Dia juga menambahkan, orang lebih tertarik dengan nama yang terdengar familiar di kuping mereka, atau mengenali orang berdasarkan negara asal atau latar belakang mereka.
Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kebanyakan orang menilai kesuksesan dan daya tarik berdasarkan nama.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus