Skip to: Content
Skip to: Site Navigation
Skip to: Search


Nunun bantah jalani hidup bergaya sosialita

pakah setelah menyandang status tersangka, pemilik PT Wahana Esa Sembada ini masih mengoleksi tas yang harganya mencapai ratusan juta rupiah itu? Nunun pun menyangkal hobi super mewahnya itu. Sangkalan itu disampaikan Nunun kepada pers di Gedung KPK, Rabu (1/2).  "Saya enggak punya tas itu (Hermes)," ujar Nunun.

Reporter : Nebby Mahbubirrahman (nebby@gresnews.com)
Editor : Oki Baren (oki@gresnews.com)

Nunun Nurbaetie (kanan) (Foto:tempo.co)

Jakarta - Sosok tersangka Nunun Nurbaetie tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan glamour sosialita. Istri mantan Wakapolri Adang Darajatun ini, diinformasikan sering berkumpul dengan nyonya-nyonya dari kalangan pejabat dan pengusaha kelas atas.

Supaya tampilannya mentereng, Nunun dikenal sebagai pecinta tas Hermes buatan rumah mode asal Perancis.

Apakah setelah menyandang status tersangka, pemilik PT Wahana Esa Sembada ini masih mengoleksi tas yang harganya mencapai ratusan juta rupiah itu? Nunun pun menyangkal hobi super mewahnya itu. Sangkalan itu disampaikan Nunun kepada pers di Gedung KPK, Rabu (1/2).

"Saya enggak punya tas itu (Hermes)," ujar Nunun yang berkerudung coklat dan menjinjing tas merah berhias manik-manik, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/2).

Pengakuan Nunun tersebut tentunya mengejutkan. Pasalnya, selaku sosialita terkenal di ibukota, perempuan asal Sukabumi ini diketahui kerap menjadi tamu VIP dalam ajang pagelaran busana atau aksesoris kelas premium. Apalagi eksistensi Nunun dalam acara sosialita sering didokumentasikan dalam majalah gaya hidup kaum jetset.

Pada kesempatan lain, Nunun pun sempat mengaku bila pertemuannya dengan eks Deputi Gubernr Senior Bank Indonesia (BI), Miranda Swaray Goeltom adalah sebagai sesama sosialita.
Pada persidangan di Pengadilan Tipikor, Miranda pernah mengaku kerap bertemu dengan Nunun dalam acara fashion show.

Kehadiran Nunun di Gedung KPK hari ini untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. Selaku tersangka, ia diduga memberikan suap berupa cek pelawat kepada anggota IX DPR periode 1999-2004. Cek pelawat itu merupakan imbalan untuk memenangkan Miranda Swaray Goeltom dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI bulan Juni 2004.

Komentar Artikel

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Become a fan! Follow us!