- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Nunun bantah jalani hidup bergaya sosialita
pakah setelah menyandang status tersangka, pemilik PT Wahana Esa Sembada ini masih mengoleksi tas yang harganya mencapai ratusan juta rupiah itu? Nunun pun menyangkal hobi super mewahnya itu. Sangkalan itu disampaikan Nunun kepada pers di Gedung KPK, Rabu (1/2). "Saya enggak punya tas itu (Hermes)," ujar Nunun.
Berita terkait :
Jakarta - Sosok tersangka Nunun Nurbaetie tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan glamour sosialita. Istri mantan Wakapolri Adang Darajatun ini, diinformasikan sering berkumpul dengan nyonya-nyonya dari kalangan pejabat dan pengusaha kelas atas.
Supaya tampilannya mentereng, Nunun dikenal sebagai pecinta tas Hermes buatan rumah mode asal Perancis.
Apakah setelah menyandang status tersangka, pemilik PT Wahana Esa Sembada ini masih mengoleksi tas yang harganya mencapai ratusan juta rupiah itu? Nunun pun menyangkal hobi super mewahnya itu. Sangkalan itu disampaikan Nunun kepada pers di Gedung KPK, Rabu (1/2).
"Saya enggak punya tas itu (Hermes)," ujar Nunun yang berkerudung coklat dan menjinjing tas merah berhias manik-manik, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/2).
Pengakuan Nunun tersebut tentunya mengejutkan. Pasalnya, selaku sosialita terkenal di ibukota, perempuan asal Sukabumi ini diketahui kerap menjadi tamu VIP dalam ajang pagelaran busana atau aksesoris kelas premium. Apalagi eksistensi Nunun dalam acara sosialita sering didokumentasikan dalam majalah gaya hidup kaum jetset.
Pada kesempatan lain, Nunun pun sempat mengaku bila pertemuannya dengan eks Deputi Gubernr Senior Bank Indonesia (BI), Miranda Swaray Goeltom adalah sebagai sesama sosialita.
Pada persidangan di Pengadilan Tipikor, Miranda pernah mengaku kerap bertemu dengan Nunun dalam acara fashion show.
Kehadiran Nunun di Gedung KPK hari ini untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. Selaku tersangka, ia diduga memberikan suap berupa cek pelawat kepada anggota IX DPR periode 1999-2004. Cek pelawat itu merupakan imbalan untuk memenangkan Miranda Swaray Goeltom dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI bulan Juni 2004.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus