Skip to: Content
Skip to: Site Navigation
Skip to: Search


Pelajar SMP bikin aplikasi game antikorupsi untuk iPad

Seorang anak sekolah menengah pertama (SMP), Fahma Waluya Rosmansyah, 14, menciptakan sebuah apilkasi permainan (game) di komputer tablet Ipad guna mendukung kampaye pemberantasan korupsi di Indonesia. Fahma diterima langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. "Saya ingin membantu pemberantasan korupsi melalui game. Game-nya ini dibuat dengan IPad," kata Fahma dalam jumpa pers, di Gedung KPK, Jumat (3/2).

Reporter : Novrizal (novrizal@gresnews.com)
Editor : M. Achsan Atjo (atjo@gresnews.com)

Fahma Waluya Rosmansyah (Foto:mediacarita.com)

Jakarta - Seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP), Fahma Waluya Rosmansyah, 14, menciptakan sebuah aplikasi permainan (game) di komputer tablet iPad guna mendukung kampaye pemberantasan korupsi di Indonesia. Fahma diterima langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

"Saya ingin membantu pemberantasan korupsi melalui game. Aplikasi game ini dibuat untuk iPad," kata Fahma dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jumat (3/2).

Game yang dibuat di sela waktu libur sekolahnya itu, diakui Fahma, terinspirasi dari tayangan televisi yang sering sekali memberitakan poses penahanan para koruptor di KPK.

"Nama game-nya Raid The Mice. Saya suka melihat berita-berita. Banyak yang keluar dari mobil, difoto, diperiksa. Orang-orang itu bisa dibilang sebagai koruptor," ujarnya polos.

Pelajar SMPN 2 Bandung Jawa Barat itu mengatakan dalam game itu terpusat pada tokoh robot dan tikus sebagai objek permainannya.

Tikus koruptor
Tikus, kata Fahma adalah koruptor. Sedangkan robot yang bisa menembakkan bola tenis itu adalah robot antikorupsi yang memberantas tikus-tikus.

"Jadi robotnya harus menembak tikus -tikus gendut itu. Jadi menembak koruptor," kata Fahma.

Diakui Fahma, kedatangan dirinya ke KPK supaya institusi pemberantasan korupsi ini dapat memberikan masukan dan dukungan kepadanya dalam pembuatan game yang mendukung kampaye antikorupsi itu.

"Saya minta tolong KPK untuk dilihat langsung. Saya masih dalam tahap belajar, harus dikembangkan lagi. Jadi harus dapat kritikan lagi," jelasnya sembari mempraktikkan cara memainkan game tersebut.

Komentar Artikel

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Become a fan! Follow us!