- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Detak jantung jadi "password" digital, gantikan angka & huruf
Menurut hasil sebuah penelitian, setiap orang memiliki detak jantung yang unik. selain itu, detak jantung antara satu orang dengan orang lainnya tidak ada yang benar-benar mirip. Karena itulah, kelompok peneliti di China berupaya membuat password dari detak jantung, karena data yang di proteksi dengan password tersebut kemungkinan besar akan sangat aman.
Berita terkait :
SEGERA, komputer dan seluruh data pribadi tak perlu lagi kata sandi yang ribet sebagai pelindung agar tidak dicuri maupun dibobol orang lain.
Baru baru ini, para peneliti di China berhasil mengembangkan sebuah sistem keamanan dengan menggunakan irama detak jantung. Detak jantung tersebut digunakan sebagai password untuk mengamankan data-data yang ada.
Menurut hasil sebuah penelitian, setiap orang memiliki detak jantung yang unik. selain itu, detak jantung antara satu orang dengan orang lainnya tidak ada yang benar-benar mirip. Karena itulah, kelompok peneliti di China berupaya membuat password dari detak jantung, karena data yang di proteksi dengan password tersebut kemungkinan besar akan sangat aman.
Grafik elektrokardiogram
Chun-Liang Lin, selaku kepala peneliti sistem keamanan dengan menggunakan detak jantung ini menggunakan dua grafik elektrokardiogram dari telapak tangan orang, untuk menentukan sifat-sifat matematika yang unik dalam detak jantung mereka.
Lewat cara tersebut, mereka menemukan bahwa nomor yang diperoleh dapat digunakan sebagai password, seperti dikutip digitaltrends.com.
Lin berharap kedepannya sistem keamanan dengan menggunakan detak jantung ini akan bisa diterapkan ke hard drive eksternal dan perangkat lain yang dapat didekripsi dan dienkripsi hanya dengan menyentuhnya.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus