- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Cloud Computing, maksudnya menyimpan file di awan?
Menurut berbagai literatur, komputasi awan adalah sebuah metoda komputasi dimana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai layanan, sehingga pengguna dapat mengkasesnya lewat internet. Dengan cara tersebut, pengguna tak perlu mengetahui proses apa saja yang terjadi di awan atau internet.
Berita terkait :
KETIKA mendengar kata komputasi awan atau dalam bahasa inggrisnya cloud computing, mungkin akan terbayang sebuah awan berwarna putih yang dapat menyimpan file-file komputer. Lalu dengan menyimpan file di awan, file tersebut dapat diakses dari mana saja, asal awan itu masih ada.
Pemikiran seperti itu tak sepenuhnya salah. Namun yang menjadi sarana penyimpanan bukan awan secara literal. Awan di sini adalah internet yang secara metafora dilihat sebagai awan.
Menurut berbagai literatur, komputasi awan adalah sebuah metoda komputasi dimana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai layanan, sehingga pengguna dapat mengkasesnya lewat internet. Dengan cara tersebut, pengguna tak perlu mengetahui proses apa saja yang terjadi di awan atau internet.
Contoh gampang dari cloud computing adalah email Yahoo atau Gmail. Anda dapat menyimpan sebuah file di email tanpa mengurangi kapasitas komputer anda bukan? Selain itu juga terdapat fasilitas yang sudah cukup lama diperkenalkan oleh Google, yakni spreaddsheet.
Lalu apa saja sih kemudahan yang didapatkan dengan mempraktekkan teknologi ini. Kok sampai-sampai perusahaan berskala besar seperti Google memakai metode ini.
Secara umum, komputasi awan diterapkan dalam tiga model: awan publik (public cloud), awan privat (private cloud), dan awan hibrid (hybrid cloud). Awan publik, komputasi awan disediakan oleh penyedia dari luar perusahaan atau organisasi melalui internet, seperti dikutip pcworld.com.
Sedangkan pada awan privat, komputasi awan diterapkan di lingkungan internal perusahaan atau organisasi. Awan hibrid menggabungkan kedua model di atas, di mana penerapannya dilakukan dari penyedia eksternal dan sumber internal.
Sedangkan jika ditilik menurut layanannya, komputasi awan juga terbagi menjadi tiga, yakni: software-as-a-service (SaaS), platform-as-a-service (PaaS), dan infrastructure-as-a-service (IaaS). Dari sisi penyedia layanan, saat ini baru IaaS dan SaaS yang sudah tersedia di Indonesia.
IaaS dipelopori oleh perusahaan telekomunikasi dengan jumlah penyedia yang tidak terlalu banyak. SaaS-lah yang lebih berpotensi. Penyedia layanan ini lebih banyak daripada penyedia IaaS dan produknya yang lebih beragam. Misalnya, Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan (SIAP), aplikasi akuntansi, dan CRM. Sedangkan, layanan PaaS lebih banyak disediakan oleh provider global, seperti VMware, Google, dan Microsoft.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus