AKSI DAMAI 4 NOVEMBER TERCORENG PROVOKASI




Sayangnya aksi damai tersebut sempat tercoreng sedikit aksi kerusuhan ketika sebagian massa sudah membubarkan diri pada pukul 19.00.


Aksi damai umat Islam menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang diduga melakukan penistaan Al-Qur´an berjalan lancar. Aksi yang dimulai sejak usai salat Jumat pukul 13.00 itu berlangsung tertib hingga sore pukul 18.00.

Sayangnya aksi damai tersebut sempat tercoreng sedikit aksi kerusuhan ketika sebagian massa sudah membubarkan diri pada pukul 19.00. Eskalasi aksi sempat meningkat ketika perwakilan massa pengunjuk rasa Gerakan Nasional Pembela Fatwa-MUI (GNPF-MUI) gagal bertemu Presiden Joko Widodo.

Perwakilan pengunjuk rasa hanya dapat bertemu dengan Menkopolhukkam Wiranto lantaran Jokowi tengah meninjau proyek pengerjaan kereta api bandara. Alhasil perwakilan pengunjuk rasa menolak menyampaikan aspirasi mereka melalui Wiranto. Padahal Wiranto sudah menjelaskan, dirinya ditunjuk mewakili pemerintah menerima para pengunjuk rasa.

Massa tetap bertahan di depan istana Merdeka hingga akhirnya perwakilan pengunjuk rasa diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden, menjelang maghrib. Ba´da maghrib, pertemuan dengan Jusuf Kalla selesai. Wakil Presiden menegaskan, kasus Ahok akan diproses secara transparan dan tegas dalam tempo dua pekan ke depan.

Pada saat hampir bersamaan, aparat keamanan mulai meminta massa untuk membubarkan diri karena waktu telah menunjukan pukul 18.00 WIB dimana sesuai peraturan izin untuk menggelar demo berakhir pada pukul 18.00 WIB. Apalagi pihak pendemo sudah bertemu dan mencapai kata sepakat dengan Wapres Jusuf Kalla.

Namun imbauan aparat tersebut tidak digubris massa, pihak keamanan pun telah memberikan kelonggaran kepada massa pendemo untuk membubarkan diri hingga pukul 19.00 wib. Akhirnya polisi pun terpaksa membubarkan paksa massa. Tembakan gas air mata aparat dibalas masa pendemo dengan lemparan batu dan kayu.

Sempat terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian yang diselingi tembakan gas air mata sebanyak 21 kali dan juga water canon. Aparat sebenarnya mampu memecah konsentrasi masa, sebagian ada yang kembali ke Masjid Istiqal namun sebagian memilih bertahan.

Massa kemudian sempat membakar 2 mobil milik aparat kepolisian. Personel TNI pun di turunkan untuk meredam aksi masa. Aksi rusuh ini berlangsung kurang lebih 1 jam ini akhirnya berhasil diredam. Diketahui ada tiga polisi yang jadi korban luka dalam kerusuhan tersebut. Satu diantaranya langsung dibawa oleh ambulan, lainnya mengalami luka pada bagian dada dan leher.

Menanggapi aksi tersebut, Presiden Joko Widodo yang kembali ke istana Merdeka pada menjelang dini hari, menyampaikan apresiasinya kepada para ulama, kiyai, habaib dan ustadz yang telah memimpin umat berunjuk rasa secara damai dan tertib hingga maghrib. Hanya saja, Jokowi menyesalkan terjadinya rusuh pasca sebagian massa membubarkan diri.

"Tapi kita menyesalkan kejadian bakda isya yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," kata Jokowi dalam keterangan pers yang disampaikannya di istana Merdeka, Sabtu (5/11) dini hari.

Jokowi juga menyatakan proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan. "Sebab itu saya minta para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib. Biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya," demikian tegas Presiden. (Edy Susanto/Gresnews.com)

Dua orang masa pendemo membalut tubuhnya dengan bendera bertuliskan huruf Arab berjalan pulang di antara sisa-sisa kerusuhan.

Massa melempari aparat dengan batu.

Rombongan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan yang mencoba meredakan masa pun dilempari pendemo

Seorang aparat kepolisian terluka dan mendapat perawatan dari rekan-rekannya.

Aparat berlindung dari hujan batu dengan tameng

Api dari mobil yang terbakar terlihat dari balik petugas yang bersiaga.

Seorang pendemo melakukan sujud usai bentrokan reda.

Poster imbauan untuk memproses hukum Ahok terkait dugaan kasus penistaan Al-Quran tercecer di jalanan usai aksi.