Proyek Simpang Susun Semanggi Memburu Waktu




Proyek Simpang Susun Semanggi sebagai bagian dari revitalisasi Jembatan (flyover) Semanggi terus dikebut



Pengerjaan proyek Simpang Susun Semanggi sebagai bagian dari revitalisasi Jembatan (flyover) Semanggi terus dikebut. Proyek yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di sekitar kawasan Semanggi Senayan itu ditargetkan kelar pada Juli 2017 mendatang.

Proyek yang dikerjakan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Kerja (Wika) itu, saat ini tengah memasuki pemasangan box girder di ruas Jalan Jenderal Sudirman sepanjang 45 meter. Setelah pemasangan box girder  di ruas Sudirman akan dilanjutkan di Jalan Gatot Subroto sepanjang 80 meter.

Memasuki minggu ke-44, proyek Simpang Susun Semanggi yang pengerjaanya sudah di mulai sejak April 2016 itu, kini sudah mencapai 50 persen. Total ada 295 unit box girder yang akan terpasang di Simpang Susun Semanggi. Saat ini sudah terpasang 175 unit box girder.

Pembangunan Simpang Semanggi akan mengurai kemacetan di Simpang Semanggi, dengan menambah dua ruas jalan melingkar. Ruas jalan pertama dibangun dari arah Grogol, Jakarta Barat, menuju Blok M  Jakarta Selatan. Ruas jalan lainnya ialah dari arah Cawang Jakarta Timur, menuju Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat.

Jika proyek ini selesai diharapkan tak ada pertemuan lalu lintas  dari Jalan Gatot Subroto dan dari Jalan Sudirman di kolong jembatan. Pertemuan arus itu selama ini membuat lalu lintas di kawasan itu tersendat . Nantinya para pengendara dari arah Cawang dapat langsung belok di Semanggi menuju arah Bundaran HI dan dari arah Slipi dapat langsung belok di Semanggi bila ingin menuju ke arah Blok M melalui flyover yang berbentuk melingkar tersebut.

Proyek ini dibangun dengan biaya Rp360 miliar ini. Biaya tersebut mencakup Rp345 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp 15 miliar untuk biaya konsultan. Dana pembangunan proyek berasal dari kewajiban pengembang PT Mitra Panca Persada yang merupakan anak perusahaan asal Jepang Mori Company, sebagai intensif yang diberikan kepada Pemprov DKI karena mereka ingin menaikkan Koefisien Lantai Bangun (KLB) dalam pembangunan gedung yang sedang mereka bangun. (Edy Susanto/Gresnews.com)

pemasangan box girder akan dilanjutkan di Jalan Gatot Subroto sepanjang 80 meter melewati ruas jalan tol dalam kota.

Crane untuk menyambunf box girder nampak di atas ruas simpang susun Semanggi yang telah terpasang.

Pekerja dan ahli sedang berdiskusi di bawah ruas Simpang Susun Semanggi yang telah terpasang.

Ruas Simpang Susun Semanggi yang belum tersambung.

Berada di kawasan tengah kota yang padat dan super sibuk,Simpang Susun Semanggi di harapkan dapat mengurai kemacetan.

Pekerja menyelesaikan pembangunan Simpang Susun Semanggi di depan Hotel Sultan kawasan Jendral Sudirman.

Proyek ini dibangun dengan biaya Rp360 miliar ini berasal dari kewajiban pengembang anak perusahaan asal Jepang, Mori Company yakni PT Mitra Panca Persada.