Dirjen Pajak Mulai Tegas, Ancam Blokir Rekening Penunggak Pajak

Senin, 09 Februari 2015, 09:30:00 WIB - Ekonomi


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Direktorat Jendral Pajak terus aktif memburu para pengemplang pajak. Salah satu strategi untuk menegakan hukum dibidang perpajakan Dirjen Pajak mengancam akan memblokir rekening para penunggak pajak.

Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Dadang Suwarna dalam keterangan mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan strategi untuk menagih tunggakan pajak yakni melalui penagihan aktif, penyitaan aset, pencekalan ke luar negeri, penyanderaan badan (gijzeling) dan pemblokiran rekening.

Bagi wajib pajak (WP) yang telah ada ketetapan pajaknya, diberikan waktu sebulan untuk membayar. Kalau tidak membayar dilakukan penagihan aktif, kata Dadang di Jakarta, Minggu (8/2), seperti dilansir Setkab.go.id .

Menurut Dadang, proses penagihan akan berlanjut ke pengadilan hingga ada kekuatan hukum tetap.



Dadang mengungkapkan Ditjen Pajak, hingga Januari 2015 telah diproses 568 usulan pencegahan penanggungan pajak dimana sebanyak 498 usulan pencegahan penunggak pajak tahun 2014 mencakup 422 WP badan dan 76 WP pribadi dengan total tagihan Rp3,47 triliun.


Sementara pada 2015, telah ada 70 usulan pencegahan penunggak pajak, dimana 57 WP badan dan 13 WP pribadi dengan nilai tunggakan pajak Rp299,69 miliar.

Sedang pelanggar pajak yang telah ditangani Ditjen Pajak adalah tersangka atas nama Deusti Setiadi, Direktur PT Kedaton Agri Mandiri ditahan di Rutan Way Hui, Lampung. Selain itu Wendy Lingga Tan, Direktur PT Bristol Jaya Steel, Tangerang.

Para tersangka diketahui melakukan tindak pidana perpajakan dalam pasal 39 ayat 1 huruf d jo, pasal 39A huruf a jo, dan pasal 43 ayat W Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan sebagaimana beberapa kali diubah dengan UU No.16/2009.

Sebelumnya, Ditjen Pajak dan Kemenkumham menahan tiga oknum penunggak pajak di Kantor DJP Jawa Timur I yakni, IS dan OHL penanggung pajak PT PWD dan KMS penanggung pajak PT SPT.

Pengamat perpajakan Yustinus Pratowo menilai penegakan hukum yang dilakukan Ditjen Pajak mulai akhir 2014 hingga awal 2015 menunjukkan sinyal positif. Ia meyakini, dengan tindakan tersebut maka target penerimaan pajak akan tercapai.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Sigit Priadi Pramudito sebelumnya mengatakan target penerimaan pajak yang ditetapkan pemerintah dalam RAPBN-P 2015 sebesar Rp1.244,7 triliun sudah realisitis dengan kondisi yang ada saat ini.

Komentar