Konektivitas ASEAN Mimpi Mewujudkan Kekuatan Baru

Senin, 01 Mei 2017, 20:42:06 WIB - Ekonomi

Penandatanganan kesepakatan pembukaan jalur pelayaran Roro Davao- Bitung antara Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi dan Menteri Perhubungan Filipina, Arthur P. Tugade, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi dan Menteri Perhubungan Filipina, Arthur P. Tugade, disaksikan presiden. (dephub.go.id)


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte pada Minggu (30/4) telah meresmikan pembukaan jalur pelayaran langsung kapal Roll-on/Roll-Off atau Ro-Ro dari Davao – General Santos - Bitung, Indonesia.

Pembukaan pelayaran langsung ini sekaligus menandai dibukanya kerjasama koneksitas antara negara ASEAN. Jokowi dalam sambutannya bersama Presiden Duterte mengatakan peresmian Jalur Pelayaran Roro Davao-General Santos-Bitung merupakan elemen penting dalam pembangunan konektivitas ASEAN.

Sebelum peresmian pembukaan oleh presiden dua negara itu. Kesepakatan dibukanya pelayaran kapal Roro langsung itu dilakukan penandatanganan kesepakatan antara Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi dan Menteri Perhubungan Filipina, Arthur P. Tugade, disaksikan Presiden Jokowi dan Presiden Duterte pada 28 April 2017. Penandatanganan ini dilaksanakan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Brunei Indonesia Malaysia Philipines-East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) ke-12 di Manila, Filipina.

Penandatanganan merupakan tindak lanjut dari pertemuan BIMP-EAGA Sea Linkages Working Group di Manado pada 19-20 April 2017 lalu. Pertemuan itu dihadiri sejumlah perwakilan dari Negara anggota BIMP EAGA Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina, dan perwakilan lain seperti Asian Development Bank (ADB).



Saat penandatanganan Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan proyek konektivitas laut itu memiliki arti penting bagi Indonesia. Selain akan menciptakan rute pelayaran dan perdagangan baru, juga mendukung program prioritas nasional, terkait menjadikan Pelabuhan Bitung sebagai hub internasional.

"Konektivitas ini akan memberikan peluang besar bagi kedua belah pihak, dilihat dari sisi ekonomi, waktu, maupun peluang dalam meningkatkan perdagangan," tutur Budi, seperti dikutip dephub.go.id.

Pembukaan rute pelayaran baru kapal Roro ini, menurut Menhub juga akan membantu mengembangkan potensi ekonomi daerah dan meningkatkan pariwisata serta investasi daerah.

"Pembukaan rute pelayaran ini dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," jelas Menhub.

Menhub juga menambahkan rute baru ini dinilai sangat kompetitif, dilihat dari segi jarak dan waktu tempuh yang lebih singkat. Sehingga dapat mengurangi biaya transportasi dan logistik. Pembukaan rute baru ini diharapkan juga dapat meningkatkan kerja sama perdagangan Indonesia dan Filipina.

Disebutkan Menhub Rute Bitung-Davao hanya membutuhkan waktu tempuh 1-2 hari. Waktu tempuh ini jauh lebih singkat dibanding rute Bitung-Surabaya/Jakarta-Manila-Davao sebelumnya, yang butuh waktu 1- 2 minggu. "Tentunya biaya transportasi dan logistik pun akan berkurang," paparnya.

Selain meningkatkan perdagangan, pembukaan rute pelayaran baru ini juga diharapkan dapat meningkatkan pariwisata di Indonesia Timur dengan memberikan kontribusi dalam meningkatkan hubungan people-to-people contact di masa mendatang.

Diakui Menhub pada tahap ini konektivitas baru sebatas pada perdagangan barang. Produk awal yang akan dilayarkan dari Davao ke Bitung adalah produk tepung. Sedangkan komoditas yang akan dibawa dari Bitung antara lain berupa jagung, kopra, dan mesin.

Sedang kapal yang akan digunakan melayari rute Bitung-Davao/General Santos adalah Super Shuttle RoRo 12 dengan kapasitas 500 TEUS yang dioperasikan oleh Asian Marine Transport Corporation (AMTC). Kapal ini rencananya akan bersandar di Dermaga IV/IKD, Bitung.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar