Liatnya Pengembangan Industri Turunan Sawit

Senin, 20 Maret 2017, 17:31:00 WIB - Ekonomi

Truk truk sawit antri di depan pabrik sawit di Muko-muko, Bengkulu. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Indonesia merupakan negara penghasil sawit terbesar di dunia, namun pengelolaanya masih kalah dengan negara tetangga, seperti Malaysia. Indonesia juga kalah dalam pengembangan industri turunan. Industri sawit selama ini hanya sebatas ekspor dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO), belum maksimal dikembangkan keproduk turunan lainnya.

Penilaian itu diungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Menteri Perindustrian dengan Komisi VI DPR RI, Senin, (20/3). Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pun berjanji akan mendorong sektor perkelapasawitan dalam negeri. Menurutnya sebagai negara penghasil sawit terbesar dunia, industri sawit perlu digenjot agar tidak berorientasi pada ekspor ke luar negeri. Namun, pemerintah juga dituntut memperbanyak industri hilirnya.

Airlangga menyebut, saat ini sudah ada 170-an industri turunan yang sudah digenjot pemerintah Indonesia. Pemerintah menurutnya, terus mendorong memperluas dan memperbanyak industri turunan sawit.

'Kita akan dorong lebih banyak lagi,' kata Airlangga Hartarto di Ruang Komisi VI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.



Politisi Partai Golkar itu mengungkapkan, di samping industri seperti minyak goreng, pemerintah juga tengah mendorong industri seperti farmasi. Ke depan, sambung Airlangga, kelapa sawit juga bisa dikembangkan menjadi produk Oleo Chemical atau alkohol.

'Pabriknya sudah dibangun jadi sudah berkembang. Cuma kita akan membuat daerah seperti Tanjung Api-Api, Dumai untuk menjadi industri kelapa sawit barbasis nilai tambah,' kata Airlangga.

Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar