Dana Pengalihan Subsidi Harus untuk Infrastruktur Listrik

Selasa, 03 Januari 2017, 15:54:12 WIB - Ekonomi

Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu rusun di Jakarta, Senin (2/1). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Mulai 1 Januari 2017 pemerintah secara resmi menaikkan tarif listrik sebagian pelanggan dengan daya 900 Volt Amper (VA) yang dianggap mampu atau golongan tarif baru, yaitu rumah tangga mampu dengan daya 900 VA (R-1/900 VA-RTM). Kenaikan tarif ini akan dilakukan secara bertahab pada 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, 1 Mei 2017 dan pada 1 Juli 2017.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka menyatakan, kenaikan tarif tersebut adalah kebijakan pemerintah memberikan subsidi secara tepat sasaran atau mencabut subsidi tarif golongan tersebut. "Jadi mulai 1 Januari 2017, pelanggan listrik rumah tangga mampu berdaya 900 VA dikenakan kebaikan tarif dengan cara bertahap," kata I Made Senin (2/1).

I Made menyebutkan, pelanggan rumah tangga mampu 900 VA tersebut akan dikenakan kenaikan tarif dari sebelumnya bersubsidi menjadi keekonomian atau non subsidi secara bertahap.

Seperti diketahui pemerintah telah menyepakati melakukan pemisahan pelanggan dengan daya 900 VA menjadi rumah tangga mampu dan rumah tangga miskin. Alasannya karena ternyata dari jumlah pelanggan daya 900 VA yang mencapai 23 juta, tidak seluruhnya merupakan warga miskin yang layak disubsidi.



Dari jumlah itu ternyata hanya 4,1 juta pelanggan yang dinyatakan layak disubsidi. Sementara sisanya sebanyak 18,9 juta pelanggan dikategorikan tergolong mampu, hingga subsidinya harus dicabut. Penentuan kriteria itu berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan pendataan yang dilakukan PLN.

Dengan pencabutan subsidi itu maka sebagian pelanggan daya 900 VA yang semula hanya membayar Rp585 per-kWh karena mendapat subsidi pemerintah Rp875, dengan pemakaian rata-rata 125 kWh, sebesar Rp74.740. Setelah kenaikan akan membayar sebesar Rp1.450 kWh dengan pemakaian yang rata-rata 125 kWh, maka mereka harus membayar Rp185.794 perbulan.

Hanya saja pencabutan subsidi akan dilakukan bertahab. Pada tahap pertama dilakukan pada periode Januari-Februari, tagihan pembayaran listrik hanya akan naik menjadi Rp98 ribu per bulan dari sebelumnya Rp 74.740 per bulan. Pada tahab kedua yakni bulan Maret-April 2017 tagihan akan naik menjadi Rp130 ribu perbulan. Sedang pada pencabutan tahab ke tiga antara Mei -Juni tagihan listrik uang dibayarkan akan bertambah menjadi 185.794 perbulan.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar