Pemilu 2014 Berpotensi Dicurangi

Senin, 20 Januari 2014 , 08:38:00 WIB - Politik

Pemilu 2014 Berpotensi Dicurangi
Logo Pemilu 2014 (kpu.go.id)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Pemilihan Umum 2014 berpotensi dicurangi terkait kacau- balaunya penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal tersebut terindikasi dengan diketemukannya 65 juta e-KTP bodong. "Kacau-balaunya program e-KTP terindikasi disengaja dan bukan tidak mungkin hal tersebut merupakan rangkaian skenario kecurangan Pemilu 2014 yang akan datang," kata Ketua Umum Forum Akademisi Informasi dan Teknologi (FAIT) Hotland Sitorus melalui rilis kepada Gresnews.com, Senin (20/1).

Selain itu menurut Hotland jutaan e-ktp yang ditarik kembali dari berbagai daerah karena rusak semakin mempertegas bahwa tidak ada mekanisme pengawasan terhadap jumlah e-ktp yang dicetak. "Tidak adanya mekanisme pengawasan terhadap jumlah e-ktp yang seharusnya dicetak membuka peluang pada pemilu 2014 nanti akan ada e-ktp dicetak lebih dan untuk disalahgunakan," tambahnya.

Padahal, Hotland menambahkan, Pasal 150 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu mengatur penggunaan e-ktp sebagai alasan yang sah bagi pemilih untuk dapat memilih. Bahkan pendaftaran pemilih yang menggunakan e-ktp diperbolehkan satu jam sebelum selesai pemungutan suara. "Ini entri poin potensi kecurangan pemilu, katanya.

Gagalnya program E-KTP menjadi penyebab utama kisruhnya penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Bukti kegagalan itu terlihat dari masih ditemukannya pemilih tanpa Nomor Induk Kependudukan (NIK) di dalam DPT Pemilu 2014.

Menurut Hotland sekalipun dibuat dengan perangkat teknologi canggih sebagaimana pengakuan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi namun penerbitan e-ktp tetap saja molor dan berdampak pada penyelesaian DPT Pemilu 2014. Hotland mengatakan masyarakat harus menagih janji Gamawan Fauzi untuk mundur apabila hingga akhir 2012 program ini tidak beres. Hotland mengatakan kini penyelesaian program ini kembali diundur hingga akhir tahun 2014. "Seorang pejabat negara harus menepati janjinya," katanya.

Sekjen FAIT Janner Simarmata mengemukakan adanya bukti-bukti kuat yang dimiliki oleh FAIT perihal kisruh DPT Pemilu 2014. Bukti-bukti tersebut menurutnya berupa data valid kebobrokan DPT yang hingga kini masih memuat pemilih tanpa NIK, nama orang mati dan pemilih siluman. FAIT menurutnya bisa mempertanggungjawabkan keabsahan data tersebut. "Kami siap membeberkan kebobrokan DPT kepada siapa saja yang berkepentingan dalam Pemilu 2014 baik partai politik bahkan perorangan," ujarnya.

Terkait penggunaan teknologi IT dalam penyusunan DPT Pemilu 2014, pakar IT yang juga Dosen di Universitas Diponegoro Semarang, Rizal Isnanto, mengusulkan validasi terhadap sistem penyusun DPT Pemilu 2014 apakah masih bermasalah atau tidak. Selain itu hal yang sangat mudah dilakukan menurutnya adalah menyisir DPT Pemilu 2014. Dengan penyisiran tersebut menurutnya akan ditemukan pemilih tanpa NIK, nama orang mati serta pemilih siluman lainnya yang masih tercantum dalam DPT. "Selanjutnya setelah disisir, data pemilih tersebut dapat langsung dihapus dari DPT," katanya.

Reporter : Yudho Raharjo
Redaktur : Ramidi