Pematangsiantar, 23 November 2018 – Wakil Walikota Pematangsiantar Togar Sitorus dan Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Alex J. Sinaga meresmikan Balei Merah Putih pada Jumat (23/11). Gedung yang berlokasi di Jalan W.R. Supratman Pematangsiantar tersebut merupakan center of excellence dan source of inspiration yang dilengkapi dengan fasilitas smart office dalam rangka pembinaan budaya inovasi digital yang mendukung penerapan digital workstyle pegawai TelkomGroup agar tercipta budaya kerja yang lebih efisien dan efektif serta merangsang lahirnya inovasi secara berkelanjutan. 

Untuk memantau layanan dan infrastruktur TelkomGroup di Pematangsiantar dan sekitarnya, Balei Merah Putih dilengkapi dengan Integrated Operation Center. 

Selain itu, terdapat juga GraPARI TelkomGroup sebagai pusat layanan pelanggan yang menerapkan konsep Digital dan Internet of Things (IoT) yang memudahkan pelanggan mendapatkan solusi layanan melalui beragam teknologi layanan terkini. GraPARI TelkomGroup ini juga dilengkapi dengan fasilitas edukasi teknologi yang dapat digunakan oleh masyarakat umum, khususnya pelanggan TelkomGroup. 

Peresmian Balei Merah Putih juga menandai keberhasilan modernisasi infrastruktur telekomunikasi 100% fiber optik di Pematangsiantar, sehingga menjadikan Pematangsiantar sebagai Modern Broadband City ke-35 dari 82 kota yang sudah menjadi Modern Broadband City di Indonesia. Di wilayah Sumatera, Pematangsiantar merupakan kota ke-5 Modern Broadband City

Dalam sambutannya, Alex J. Sinaga menjelaskan bahwa TelkomGroup mempersembahkan Balei Merah Putih, GraPARI TelkomGroup dan Modern Broadband City untuk masyarakat Kota Pematangsiantar dan sekitarnya dengan harapan Kota Pematangsiantar dapat berkembang lebih maju menjadi Smart City meliputi Smart Readiness, Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. 

"Telkom Indonesia dengan visi "Be the King of Digital in the Region" membangun infrastruktur jaringan digital yang menjangkai pulau-pulau dari Sabang hingga Merauke bahkan ke mancanegara dan menyediakan berbagai layanan solusi digital yang diwujudkan dalam bentuk program Indonesia Digital Network (IDN) untuk menjadi motor penggerak pembangunan masyarakat digital dan mempercepat pembangunan ekonomi digital Indonesia," jelas Alex. 

Modernisasi infrastruktur serta migrasi pelanggan di Pematangsiantar dilaksanakan sejak 2014 hingga Mei 2018 melalui penggantian kabel tembaga menjadi fiber optic. Infrastruktur telekomunikasi berbasis fiber optic di Pematangsiantar memiliki kapasitas 16.864 pelanggan. Untuk kualitas layanan terbaik, infrastruktur tersebut didukung juga oleh 76 Base Transceiver Station (BTS) dan 607 access point Wifi. Kabel serat optik yang tergelar di wilayah Sumatera Utara memiliki panjang 3.025 kilometer. 

Alex menegaskan, di era digital ini, modernisasi infrastruktur 100% fiber optik di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Pematangsiantar, diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan broadband berkualitas. 

“Telkom berkomitmen terus membangun masyarakat digital Indonesia dan mendukung kemajuan ekonomi digital nasional melalui penyediaan infrastruktur dan konektivitas yang merata, bukan hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Hal ini sebagai upaya mengakselerasi kemajuan ekonomi digital Indonesia, sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” tegas Alex. 

Sebagai Modern Broadband City dengan infrastruktur 100% fiber optik, TelkomGroup berharap dapat turut mendukung Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk mengantarkan Pematangsiantar menjadi Smart City paling tidak pada 2021 mendatang.